4 Contoh Teks Persuasi Singkat dengan Berbagai Tema – Materi Bahasa Indonesia

Contoh Teks Persuasi Pendidikan

Berikut contoh teks persuasi mengenai pendidikan, tentang sistem daring (dalam jaringan) yang di terapkan semenjak awal pandemi Covid-19.

contoh teks persuasi
Ilustrasi pendidikan daring saat situasi Covid-19 (Sumber gambar: Chris Montgomery/Unsplash.com)

Judul: Optimalkan Sistem Pembelajaran Daring!

Tujuan: Meningkatkan upaya sistem pembelajaran daring dengan melek teknologi dan kreativitas di tengah pandemi.

Alinea Pembuka:

Kedatangan pandemi COVID-19 di saat tidak semua orang, terutama sekolah, murid, dan guru benar-benar siap tentunya menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan. Dimana kondisi saat ini tidak memungkinkan bagi kita semua untuk melakukan proses pembelajaran dengan tatap muka langsung, yang tadinya kita terbiasa bertemu teman-teman, dan guru-guru hampir setiap hari, sekarang hanya bisa bertemu via zoom, ms. teams, google meet, dan lain-lain.

Sewaktu menteri pendidikan kita Nadiem Makarim memutuskan untuk memberlakukan belajar dari rumah sejak awal tahun 2020, keseimbangan pola hidup dan pola rutinitas dari kita semua seolah bergejolak. Banyak dari kita para murid, bahkan para guru tidak terbiasa dan kesulitan untuk menjalani sistem pembelajaran daring.

Alinea Penjelas:

Namun hidup tetap harus berjalan bukan? Bagaimanapun kegiatan pendidikan harus tetap dilaksanakan. Faktanya berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Maret 2020, penggunaan internet selalu meningkat setiap tahunnya, dimana tahun ini meningkat sebanyak 6,27%, yaitu sebanyak 59,33%, yang artinya tanpa adanya pandemi pun, kemampuan melek teknologi itu cepat atau lambat akan semakin diperlukan.

Dikutip pada publikasi “Potret Pendidikan Statistik Pendidikan Indonesia 2020”, Diskominfo pada tahun 2017 pernah menyatakan bahwa kemajuan teknologi dapat menjadi penunjang serta dapat memicu kreativitas siswa karena banyaknya fasilitas aplikasi atau program seperti photoshop, corel draw, serta berbagai blog dan artikel yang dapat diakses cuma-cuma.

Pada siaran pers kemendikbud yang dibagikan pada 12 Mei 2020, Totok Suprayitno selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pembukuan mengungkapkan bahwa demi menciptakan praktik baik kepada peserta didik, para guru didorong untuk terus berkreasi.

Beliau juga menyampaikan, “Yang selalu kita anggap mustahil mengubah kultur belajar dari yang kaku, yang serba ikuti petunjuk menjadi sebuah proses belajar yang penuh dengan kreativitas oleh guru. Matematika yang momok dan menjadi menyenangkan, literasi yang sulit dicapai dari berbagai tes, ternyata bisa ditingkatkan dengan cara-cara yang bisa dimunculkan oleh guru-guru yang bersangkutan,” kemudian beliau melanjutkan, “Kreativitas memang tidak bisa diajarkan, tetapi bisa ditumbuhkan dan ditularkan karena kreativitas yang dimiliki guru berbeda-beda.”

Tentunya selain peran guru dan sekolah yang diperlukan untuk lebih kreatif dan berinovasi,  peran murid-murid itu sendiri untuk mau ikut berperan aktif selama proses daring juga tidak kalah penting, karena semua segala usaha guru dan sekolah akan menjadi sia-sia jika tidak ada  usaha serta feedback positif dari para murid yang diajar.

Alinea Penutup:

Oleh karena itu mari kita semua demi kemajuan dunia pendidikan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia bergotong royong, dan bekerja sama agar sistem pembelajaran daring tidak lagi menjadi sebuah hambatan, dan bisa semakin baik dari waktu ke waktu dengan membuka diri dan mengikuti perkembangan teknologi dan berani untuk berinovasi dan kreatif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran.

Contoh Teks Persuasi Politik

Berikut contoh teks persuasi mengenai politik, tentang kecenderungan masyarakat yang hanya mengenal dan peduli dengan pilihan capres dan cawapresnya saja selama pemilu 2019.

JudulKenalilah Calon Perwakilan Rakyat Kalian Sendiri! Suara Kalian Berharga!

Tujuanmengajak rakyat untuk mencari tahu dan tidak sembarang memberi suara untuk memilih perwakilan rakyat, dan anggota dean lainnya.

Alinea Pembuka:

Kasus penetapan UU Cipta Kerja yang marak di tahun lalu bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih aware dan berhati-hati dalam menggunakan hak suara kita pada saat pemilu dan perda agar tidak menyesal nantinya ketika suara kita tidak lagi di dengarkan.

Alinea Penjelas:

Berdasarkan survey yang dilakukan Centre for Strategic and International Study (CSIS) pada 15-22 maret 2019, yaitu sebulan sebelum pemilu dilaksanakan, hanya 44,8% responden yang mengaku sudah memiliki caleg pilihan mereka, sementara 18,7% mengaku akan memilih partai politik dan sisanya 36,5% mengaku belum memiliki pilihan baik untuk caleg maupun parpol.

Dilansir dari kompas, menurut seorang peneliti CSIS yaitu Anya Fernandez mengungkapkan bahwa hal ini bisa terjadi karena perhatian publik terlalu tersedot oleh pemilihan pilpres, sehingga banyak masyarakat yang hanya berfokus untuk memilih calon presiden dan wakil presidennya dibandingkan pemilihan caleg. Hal ini terbukti dengan dari survey yang sama menunjukkan hasil bahwa hanya 14,1% responden yang belum memutuskan pada pemilihan pilpres.

Dimana survei CSIS tersebut dilakukan terhadap 2000 responden dengan metode acak, dan tingkat kepercayaan 95% serta margin of error lebih kurang 2,21%.

Alinea Penutup:

Tentunya bukanlah hal yang mudah bagi kita untuk mengenal semua calon, karena seperti yang kita ketahui semuanya bahwa calon DPR, DPD, dan sebagainya sangat lah banyak, dan akan memakan waktu untuk mencari tahu profile nya satu per satu. Namun, kita sendiri juga perlu menyadari betapa penting dan berh