5 Contoh Model Atom dan Ciri-Cirinya – Materi Kimia Kelas 10

Model Atom Dalton

Pada tahun 1803, muncul teori bahwa atom merupakan bola padat, model atom tersebut dikemukakan oleh seorang ilmuwan asal Inggris yaitu John Dalton.

Dalton menggambarkan atom sebagai bola pejal yang tidak bermuatan dan bersifat identik, sehingga setiap unsur kimia memiliki atom yang berbeda juga.

Tidak hanya itu, menurut Dalton, atom merupakan bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi.

Dalton juga berpendapat bahwa atom tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, reaksi kimia hanya dapat menggabungkan, memisahkan atau penyusunan kembali atom-atom.

Model atom Dalton ini pun dikenal sebagai model atom yang paling sederhana, namun masih memiliki kelemahan, yaitu teori ini belum bisa menjelaskan mengapa suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik.

Model Atom Thomson

model atom thomson
Model Atom Thomson (Dok. Encyclopædia Britannica, Inc.)

Barulah kemudian pada tahun 1897, seorang ilmuwan bernama JJ Thomson mengemukakan model atom lainnya. Thomson menggambarkan atom sebagai roti kismis, di mana menurutnya atom memiliki muatan yaitu muatan positif (proton) dan juga negatif (elektron).

Di antara kedua muatan memiliki jumlah yang sama. Hal ini ia simpulkan setelah melakukan percobaan pada sinar katoda.

Namun meskipun begitu, model atom Thomson ini tetap memiliki kelemahan yaitu model atom Thomson ini belum bisa menjelaskan mengenai susunan dari muatan-muatan atom tersebut.

Model Atom Rutherford

Pada tahun 1911, seorang ilmuwan yang bernama Ernest Rutherford, mengungkapkan model atom lainnya setelah melakukan percobaan sinar alpha pada lempeng emas.

Bentuk struktur atom yang dikemukakan oleh Rutherford berbeda dari ilmuwan lainnya. Melalui serangkaian percobaan, Rutherford menyatakan bahwa atom tidak berbentuk seperti bola pejal, melainkan atom memiliki lintasan, yaitu elektron atau muatan negatif yang mengelilingi inti atom dan juga proton atau atom bermuatan positif.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa atom terdiri dari inti atom atau neutron yang bermuatan positif atau proton dan dikelilingi oleh elektron atau muatan negatifnya.

Namun meskipun begitu, model atom ini masih memiliki kelemahan yaitu belum bisa menjelaskan mengenai mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom, yang tidak sesuai dengan teori elektromagnetik.

Di mana jika elektron mengitari neutron dengan memancarkan energi maka perlahan-lahan energi itu akan berkurang dan lintasan akan semakin mendekat ke arah neutron hingga jatuh ke neutron.

Model Atom Bohr

Beberapa tahun setelahnya, yaitu 1913, seorang ilmuwan bernama Niels Bohr berhasil menjawab kelemahan dari model atom Rutherford. Bohr mengungkapkan bahwa atom memiliki inti atom dan muatannya, di mana elektron berputar mengelilingi inti atom pada orbitnya dengan memiliki tingkat energi tertentu yang kemudian dikenal sebagai kulit atom.

Tingkat energi paling rendah berada pada tingkat kulit paling dalam atau paling dekat dengan inti, sementara tingkat energi paling tinggi berada pada tingkat kulit paling luar, atau paling jauh dari inti.

Hal ini sekaligus menjawab kelemahan model atom Rutherford, bahwa pergerakan elektron mengelilingi inti tidak memancarkan energi.

model atom bohr
Atom Bohr (Dok.batan.go.id)

Selain itu menurut Bohr, elektron dapat berpindah lintasan. Perpindahan ke lintasan dari tinggi ke rendah menyebabkan adanya pancaran energi, dan perpindahan ke lintasan dari rendah ke tinggi menyebabkan adanya penyerapan energi.

Meskipun berhasil menyempurnakan dari model atom Rutherford, tapi model atom ini dianggap masih memiliki kelemahan karena dianggap belum bisa menjelaskan dalam kasus spektrum elemen yang lebih kompleks.

Model Atom Mekanika Kuantum

Kemudian pada tahun 1926, seorang ilmuwan bernama Erwin Schrodinger mengeluarkan teori bahwa kulit bukan merupakan kedudukan yang pasti dari sebuah elektron. Sebelumnya,

Erwin Schrodinger juga turut mengembangkan teori mekanika kuantum yang dinamakan prinsip ketidakpastian yang berbunyi,

“Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom.”

Di mana tempat kebolehjadian atau probabilitas yang dimaksud itu adalah awan elektron di sekitar inti atom, dan orbital menggambarkan tingkat energi elektron. Orbital yang memiliki tingkat energi yang sama akan membentuk sub kulit.

Atau secara sederhana bisa dikatakan bahwa kulit terdiri dari beberapa sub kulit, dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Terdapat 4 (empat) jenis orbital yaitu s, p, d, f. Model ini juga dikenal sebagai model modern.

Kurang lebih itu ya Sobat Zenius model-model yang telah dikemukakan oleh para ahli, dan sampai saat ini tidak belum ada teori yang mutlak mengenai atom. Teori-teori ini masih dikembangkan dan juga disempurnakan.

atom