6 Contoh Teks Diskusi Lengkap Berdasarkan Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 9

Berdiskusi merupakan salah satu cara yang digunakan seseorang untuk menyelesaikan masalah. Pasti kamu pernah berdiskusi, ‘kan? Misalnya saja, saat berada di kelas, guru memintamu dan murid lain untuk membentuk kelompok guna bertukar pikiran atau argumen untuk memperoleh solusi dari suatu permasalahan.

Nah, secara tidak langsung sesi ini dapat mengajarkan para siswa memahami perbedaan pendapat, loh! Namun, tahukah kamu bahwa diskusi dapat berjalan lancar dengan adanya teks diskusi?

Ketika melakukan diskusi dalam sebuah kelompok, para anggota tentu saja akan melempar gagasan atau pendapat. Pada sesi diskusi formal, pendapat atau gagasan ini akan dituliskan dalam narasi teks diskusi. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, baca artikel berikut ini!

 

Apa itu Teks Diskusi?

Teks diskusi merupakan narasi pendapat atau gagasan yang dikemukakan dalam membahas suatu permasalahan. Pada umumnya, pendapat ini akan ditulis dengan bahasa yang lugas. Hal ini karena teks diskusi hanya dikemukakan dalam sesi diskusi formal, contohnya saat rapat OSIS, rapat di lingkungan RT, dan sebagainya.

Saat sedang berdiskusi bersama teman-teman, pasti akan ada pendapat yang berbeda. Sebagian orang setuju dan mendukung gagasan tertentu. Namun, sebagian orang yang merasa gagasan itu bertentangan akan menolaknya. Dengan menggunakan teks diskusi, para anggota kelompok dapat menguji pokok permasalahan menggunakan argumen yang telah disusun. Selain itu, para anggota kelompok tersebut juga mampu meyakinkan orang lain melalui penyampaian argumennya.

 

Struktur Teks Diskusi

Dalam  menyusun teks diskusi, kamu harus memahami dulu strukturnya, ya! Teks diskusi memiliki tiga struktur  sebagai berikut.

 

1. Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan, penulis bisa memaparkan fenomena permasalahan yang akan dibahas selama diskusi. Misalnya saja, pengurangan sampah plastik di kawasan sekolah. Dengan topik tersebut, penulis akan menyampaikan gambaran masalah sesuai dengan isu utama.

 

2. Isi

Dalam bagian isi terdapat rangkaian argumen. Penulis akan memaparkan latar belakang mengapa topik tersebut penting diangkat dalam diskusi dan mencari solusinya. Isi atau rangkaian argumen berisi struktur yang berkaitan dengan pernyataan logis dari berbagai pihak. Argumen yang ada bisa mendukung topik utama atau sebaliknya.

Lebih lanjut, isi teks diskusi tidak harus memiliki dua pandangan pro ataupun kontra. Bisa jadi, karena permasalahan yang diangkat berkaitan dengan fenomena yang dirasakan semua anggota diskusi, argumennya akan cenderung pro. Contohnya, fenomena plastik yang sudah sangat mencemari lingkungan perlu mendapat dukungan semua pihak untuk mengurangi konsumsi plastik dan mengolah limbahnya.

 

3. Simpulan atau Saran

Kesimpulan teks diskusi merupakan rekapitulasi hasil, rekomendasi, atau saran dari permasalahan yang sudah dibahas. Kesimpulan teks diskusi sebaiknya berisi jalan tengah permasalahan. Bagian ini pun akan jadi bagian akhir dari diskusi yang menyimpulkan keseluruhan argumen setiap orang yang terlibat dalam diskusi. Adapun poin penting dari kesimpulan teks diskusi antara lain

– memuat simpulan argumen dari sisi pro dan kontra,

– memperlihatkan evaluasi argumen yang paling efektif, dan

– memuat rekomendasi atau jalan tengah yang tidak memihak terhadap persoalan yang dibahas.

Contoh: Sampah plastik harus dibuang dalam tempat sampah khusus untuk memudahkan pengelolaan limbah, pembatasan penggunaan plastik sebagai kantong makanan atau minuman di kantin, dan penerapan penggunaan ulang plastik.

 

 

Contoh Teks Diskusi Berdasarkan Strukturnya

Untuk lebih memahami penyusunan teks diskusi, berikut adalah beberapa contoh teks diskusi dan strukturnya.

 

1. Contoh Teks Diskusi tentang Pendidikan

 

Seragam Sekolah, Perlukah Dihapus?

  • Pendahuluan

Mantan Mendiknas (Menteri Pendidikan Nasional) terdahulu, Bambang Sudibyo, punya rencana menghapus seragam sekolah. Artinya, tidak ada lagi ketentuan siswa SD sampai SMA wajib berseragam. Kita masih menunggu, apakah rencana tersebut akan menjadi kenyataan dan ditaati sekolah-sekolah? Mengingat seragam sekolah adalah sebuah identitas, baik dari sisi jenjang pendidikan maupun identitas sekolah.

  • Isi (Rangkaian Argumen)

Penghapusan seragam sekolah dimaksudkan untuk menghilangkan perbedaan antara siswa yang satu dengan yang lain. Seorang siswa tidak bisa bergaya dengan label senioritas dan memamerkan baju-baju mewahnya di sekolah. Di sekolah tertentu, siswa dikenai hukuman apabila melanggar ketentuan seragam sekolahnya.

Kebijakan Mendiknas untuk menghapus seragam sekolah patut dipertimbangkan. Namun, kebijakan ini dapat memberikan dampak negatif terhadap siswa. Misalnya, akan terjadi perang pamer kekayaan. Siswa dari keluarga kaya akan berpotensi memamerkan pakaian mewahnya sehingga menimbulkan kecemburuan siswa lain.

  • Kesimpulan

Penggunaan seragam sekolah berkaitan dengan kedisiplinan. Hal ini karena disiplin di sekolah tidak diajarkan secara formal seperti di dalam pendidikan militer, tetapi ditempatkan pada kerangka pola dan perilaku masyarakat secara lebih luas. Disiplin haruslah dimulai dari tingkat paling dasar, yakni rumah tangga. Artinya, orang tua dan anggota keluarga harus menjadi garda terdepan keteladanan bagi siswa untuk bersikap disiplin bagi diri sendiri dan orang lain. Disiplin harus dilakukan sebagai tanggung jawab, bukan sebagai indoktrinasi. Disiplin bukanlah sekadar formalitas melalui seragam sekolah karena seragam sekolah bukanlah unsur elementer dalam sistem pendidikan nasional.