6 Faktor Penyebab Konflik Sosial – Materi Sosiologi Kelas 11

1. Perbedaan Antar Individu

pemicu konflik sosial
Perbedaan antarindividu bisa memicu konflik sosial (Dok. freepik.com)

Konflik sosial antarindividu dapat terjadi apabila ego masing-masing individu tidak dapat dikendalikan secara tepat.

2. Perbedaan Antar Kebudayaan

Karakter seseorang dibentuk dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Sementara, tidak semua masyarakat memiliki kebiasaan, nilai-nilai dan norma-norma sosial yang sama. Perbedaan kebiasaan, nilai dan norma sosial yang dianut oleh individu atau kelompok dapat menjadi pemicu konflik jika masing-masing pihak tidak mencoba memahami nilai dan norma satu sama lain.

3. Perbedaan Kepentingan

Berbedanya tingkat kebutuhan hidup dapat menyebabkan perbedaan kepentingan antarindividu dan kelompok. Perbedaan ini dapat berupa perbedaan kepentingan ekonomi, politik, sosial, dan budaya.

Contohnya, konflik yang muncul ketika pemerintah menetapkan upah minimum regional (UMR). Pegawai merasa berhak atas kenaikan upah yang lebih tinggi, sementara pemerintah merasa kenaikan upah yang ada telah sesuai.

4. Perbedaan Etnis

Perbedaan sistem nilai dan norma sosial antara etnis yang satu dengan etnis yang lain dalam masyarakat multikultural dapat memicu konflik. Misalnya, memprioritaskan etnis tertentu dalam perekrutan meski masih ada etnis lain di daerah tersebut.

5. Perbedaan Ras

faktor penyebab konflik sosial zenius education
Perbedaan ras merupakan salah satu penyebab konflik sosial (Dok. pixabay)

Konflik rasial cenderung didasari oleh paham rasialisme atau diskriminasi ras. Konflik dapat terjadi akibat adanya kecemburuan sosial terhadap ras tertentu yang menjadi minoritas, tetapi memiliki kekuatan atau kelebihan yang jauh lebih besar dibandingkan ras mayoritas.

6. Perbedaan Agama

Agama cenderung bukan pencetus utama terjadinya suatu konflik sosial. Namun dalam banyak kasus yang terjadi, konflik akibat perbedaan agama cenderung merupakan hasil negatif dari rentetan konflik yang terjadi sebelumnya.

Contohnya adalah kasus penistaan agama akibat interpretasi ayat kitab suci yang berbeda yang menyebabkan konflik antar dua kelompok agama.

Contoh Soal

1. Berikut ini contoh yang menggambarkan kondisi konflik sosial adalah ….

a. kebencian Arthur terhadap Marmun sebagai pesaing di kelasnya

b. benturan fisik yang menimbulkan cedera pada pemain sepak bola

c. Eren membenci dirinya sendiri karena tidak lolos UTBK

d. pengeroyokan maling oleh warga setempat

e. krisis moneter akibat penurunan nilai mata uang Rupiah pada tahun 1998

Konflik sosial tidak selalu diartikan sebagai suatu kekerasan fisik, akan tetapi konflik sosial sangat berkaitan dengan pelibatan emosi kebencian dan keinginan untuk menyingkirkan pihak lawan. Jadi, jawaban yang benar adalah a.

2. Ilustrasi konflik yang terjadi karena perbedaan kepentingan, yaitu ….

a. perdebatan Andi dan Irwan di kelas karena berbeda pendapat

b. konflik antara masyarakat Indonesia dengan Malaysia yang mengklaim Reog Ponorogo

c. konflik antarpendukung tim sepak bola karena saling mengejek

d. konflik antara pedagang kaki lima yang ditertibkan oleh petugas Satpol PP

e. konflik antara orang tua dengan anak

Konflik kepentingan terjadi ketika dua belah pihak yang memiliki tujuan berbeda, kemudian bertemu dan mengalami eskalasi konflik. Pada jawaban d, terdapat konflik antara pedagang kaki lima dan satpol PP. Pedagang kaki lima memiliki kepentingan ekonomi untuk tetap berjualan di tempatnya, sedangkan satpol PP memiliki kepentingan atau tujuan sesuai tugasnya, yaitu untuk menertibkan pedagang.