6 Jenis Jaringan Tumbuhan – Materi Biologi Kelas 11

Apa Itu Jaringan Tumbuhan?

Untuk memulai pembahasan tentang jenis jaringan tumbuhan, Bapak/Ibu guru bisa memberikan pertanyaan ke siswa.

“Kenapa pohon bisa bertambah tinggi?”

Pertanyaan itu akan memacu rasa penasaran siswa dan mereka akan mencoba menemukan jawabannya sendiri, sebelum Bapak/Ibu guru jelaskan.

jaringan tumbuhan
Proses pertumbuhan pada tanaman (Dok. Freepik)

Pohon atau tumbuhan lainnya bisa bertambah tinggi karena mereka mengalami yang namanya proses pertumbuhan. Proses pertumbuhan terjadi saat adanya pertambahan jumlah sel yang menyebabkan tinggi, volume, atau massa tubuh tumbuhan berubah. Nah, sel-sel yang sama akhirnya membentuk jaringan tumbuhan.

Setelah muncul pemahaman siswa tentang jaringan tumbuhan, Bapak/Ibu guru bisa masuk ke bagian penjelasan jenis-jenis jaringan tumbuhan. Jaringan tumbuhan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk, asal, fungsi, dan struktur yang sama. Jaringan itu sendiri terdiri dari jaringan muda (meristem) dan jaringan dewasa.

Jenis-jenis Jaringan Tumbuhan

Jaringan tumbuhan dibagi lagi ke beberapa jenis. Berikut pembahasan mengenai macam-macam jaringan pada tumbuhan agar siswa lebih paham materi ini.

Jaringan Meristem/Jaringan Muda

Jaringan muda berasal dari sel-sel yang sifatnya meristematik atau aktif membelah. Jaringan meristem sendiri dibagi ke dalam dua jenis, meristem primer dan meristem sekunder.

jaringan meristem
Jaringan meristem (Dok. iStock)

1. Meristem primer

Meristem primer berfungsi untuk pertumbuhan primer, contohnya pertumbuhan panjang akar dan batang pada tumbuhan. Karena untuk pertumbuhan, jaringan meristem primer ada di bagian ujung tumbuhan. Ada dua jenis meristem primer yaitu apikal (pertumbuhan panjang di atas dan bawah), serta interkalar (pertumbuhan panjang pada cabang lateral).

2. Meristem sekunder

Meristem sekunder berperan untuk perkembangan besar diameter dari batang.

Jaringan Permanen/Jaringan Dewasa

Jaringan meristem atau muda akan berdiferensiasi menjadi jaringan permanen atau jaringan dewasa. Jaringan permanen ini sudah memiliki fungsi khusus. Berdasarkan fungsinya, jaringan permanen dibedakan menjadi beberapa macam.

1. Jaringan epidermis (jaringan pelindung)

Epidermis adalah jaringan terluar tumbuhan yang berfungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya, seperti daun, batang, dan akar. Jaringan ini terdiri dari 1-2 baris sel, selnya tersusun rapat, dinding selnya tipis, dan tidak memiliki kloroplas.

Lebih detailnya, jaringan epidermis memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Pelindung tubuh tumbuhan dari gangguan mekanik, patogen, atau kehilangan air dan nutrisi lainnya.
  • Sekresi getah
  • Pembatas penguapan pada tumbuhan yang dilakukan oleh stomata
  • Penyimpan cadangan air
  • Penyerapan air dan hara yang dilakukan oleh sel-sel epidermis akar
  • Tempat difusi oksigen dan karbondioksida yang dilakukan oleh sel-sel epidermis daun yang bermodifikasi menjadi stomata

Sel-sel epidermis bisa bermodifikasi menjadi struktur yang berbeda dengan fungsi yang juga berbeda. Turunan dari sel epidermis antara lain stomata, trikoma, rambut akar, konikal sel, sel kipas, dan velamen.

2. Jaringan parenkim

Jaringan parenkim memiliki ciri sel berbentuk polihedral, dinding sel tipis, dan ada ruang antar sel besar. Fungsi dari jaringan ini adalah sebagai pengisi tubuh tumbuhan. Ada beberapa jenis jaringan parenkim lainnya yaitu aerenkim (menyimpan udara), klorenkim (bisa melakukan fotosintesis), parenkim penimbun (menyimpan cadangan makanan), parenkim air (menyimpan air), dan parenkim asimilasi (pembuat zat makanan).

3. Jaringan penyokong (jaringan penguat)

Jaringan penyokong dibagi ke dalam dua jenis, yaitu kolenkim dan sklerenkim.

  • Kolenkim memiliki ciri-ciri terjadi penebalan tidak merata pada dinding sel, berupa sel hidup dan tidak ada ruang antarsel.
  • Sklerenkim adalah jaringan penyokong yang terjadi penebalan di dinding sel, umumnya berupa sel mati, dan tidak ada nukleus serta sitoplasma.

4. Jaringan pembuluh

Ada dua jenis jaringan pembuluh, yaitu xilem dan floem.

  • Xilem adalah jaringan yang tidak memiliki sekat antar sel dan dinding selnya tipis mengandung lignin. Fungsi dari jaringan ini untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke seluruh tubuh tumbuhan. Jaringan xilem sendiri terdiri dari trakea, trakeid, parenkim xilem, dan serat xilem.
  • Floem berupa sel hidup yang berfungsi mengangkut hasil fotosintesis. Jaringan ini terdiri dari sel tapis, sel pendamping, parenkim floem, dan serat floem.

5. Jaringan gabus

Jaringan gabus terbentuk saat jaringan epidermis rusak untuk segera menutup dan melindungi bagian dalam dari tumbuhan.

Dari penjelasan tentang pengertian dan jenis jaringan tumbuhan di atas, diharapkan bisa membantu Bapak/Ibu guru dalam menyampaikan materi tentang Jaringan dan Organ Tumbuhan kepada siswa.