7 Penggunaan Frasa Bahasa Inggris Salah Kaprah yang Paling Sering Ditemui

Penggunaan Bahasa Inggris Salah yang Sering Ditemui

Kata atau frasa bahasa Inggris salah yang akan dibahas kali ini diambil dari kekeliruan paling umum yang sering ditemui saat chattingmengirim email atau saat berkomunikasi langsung.

Nah, di sini gue gak akan cuma menjelaskan, tapi gue juga akan memberikan contoh dialog singkat supaya kalian tahu sebenarnya salahnya ada di mana.

Thanks God

Frasa bahasa Inggris salah atau kurang tepat yang pertama kita mulai dengan yang paling umum, yaitu “Thanks God”. Sering banget nih, ditulis di caption media sosial orang Indonesia.

Sebenarnya gak masalah kalau menggunakan frasa ini, tapi tergantung konteks. Kalau elo mau mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, boleh banget pakai “thanks God” tapi kalau elo mau mengucap syukur sebaiknya hilangin “s”-nya supaya jadi “thank God”. Nah kita lihat dulu yuk contoh penggunaannya.

Alan  : Thanks God it’s Friday.
Boni  : Yeah, thank God, so happy that it’s finally Friday.
Terjemahan:
Alan  : Makasih Tuhan udah Jumat.
Boni  : Iya, syukurlah, seneng banget udah jumat.

Agak aneh kan kalau diterjemahkan? Konteksnya adalah si Alan dan Boni bersyukur udah Jumat karena besoknya libur. “Thanks” artinya “makasih”, jadi kalau kita pakai kan kurang cocok. Jadi seharusnya diganti jadi “thank God” seperti yang digunakan si Boni.

Sebenarnya penggunaan “thanks” digabungkan dengan kata Tuhan (God) itu juga tidak salah, tapi elo harus perhatiin konteksnya ya sebelum diketik dan diucapkan ke orang lain.

Ingat saja, “Thank God” artinya bersyukur, “Thanks God” artinya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan.

I’m boring

Kalau kata-kata bahasa Inggris salah yang ini jangan dipakai-pakai lagi ya guys, karena arti kata “boring” adalah “membosankan”. Nah, kalau “I’m boring” artinya “gue membosankan” dong. Duh, mana ada yang mau bilang dirinya membosankan. Yuk kita lihat dulu dialog singkat berikut ini:

Doni   : Hey, let’s go to the cinema. I’m so boring.
Fiona  : You’re not boring Doni, why should we go to the cinema?
Doni   : What do you mean “not boring” ? There’s no fun here, don’t you want to go?
Fiona  : Ooo.. you mean you’re bored, if that’s the case let’s go.
Terjemahan:
Doni   : Eh, yuk ke bioskop, aku membosankan (bosan).
Fiona  : Kamu nggak membosankan kok, kenapa kita harus ke bioskop?
Doni   : Apa maksudmu nggak bosan? Ga asik banget di sini, kamu gak mau pergi?
Fiona  : Ooo.. maksudmu kamu bosan, kalau gitu yuk cabut.

Tuh kan aneh. Kalau elo ngomong ke sesama orang Indonesia sih sepertinya masih akan dimaklumi, tapi kalau elo ngomong ke bule “I’m boring” elo bakal 100% membuat orang berpikir elo aneh. Kecuali kalau tujuan elo ngomong begitu adalah memang untuk mendeskripsikan diri sendiri, ya gapapa.

Pokoknya pahami dulu maksud kalimat ini, ingat saja, bilang “I’m bored” jika ingin mendeskripsikan elo bosan, dan “I’m boring” jika ingin mendeskripsikan dirimu sebagai seseorang yang tidak asik.

Tambahan, kalimat yang menggunakan “boring” dan “bored” dengan benar:

  • “This party is” boring artinya “Pesta ini membosankan”.
  • “You are boring” artinya “Elo membosankan”.
  • “I’m bored with the same routine” artinya “Gue bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja”.
  • “Sarah is bored with the food in the cafeteria” artinya “Sarah bosan dengan makanan kantin”.

Breakfasting

Nah yang ini, mumpung udah mau bulan puasa perlu dibahas nih. Sebagian besar orang terkadang suka keliru dengan terjemahan buka puasa dalam Bahasa Inggris.

Buka puasa artinya kan kita berhenti puasa, jadi kata “buka” yang biasa diterjemahkan sebagai “open” secara literal dalam konteks buka puasa bisa diartikan sebagai “break” atau menyudahi suatu aktivitas.

Kalau “puasa”, dalam bahasa Inggris menjadi “fasting” dengan kata dasarnya “fast” sebagai kata kerja. Nah jadi kenapa salah kalau digabung menjadi breakfasting?

Walaupun di Google Translate “breakfasting” artinya buka puasa, di kamus Bahasa Inggris Oxford, Cambridge dan lainnya, “breakfasting” dianggap seperti “breakfast” saja. Jadi, breakfasting itu dianggap sebagai breakfast + -ing, yang bisa diartikan jadi “sedang sarapan”.

Eh tapi penutur asli Bahasa Inggris gak akan menggunakan kata “breakfasting” ini ya, hanya “breakfast” aja cukup kok karena itu juga sudah merupakan kata kerja untuk sarapan.

Aldi      : It’s almost time for breakfasting, where should we eat?
Henry  : What do you mean? It’s almost 6 p.m. what do you mean breakfast.
Aldi      : Breakfasting, you know… when you stop fasting for the day.
Henry  : Ooo.. you mean breaking fast. Let’s go to this Turkish place that just opened last week.
Terjemahan:
Aldi      : Ini sudah mau jam sarapan (buka puasa) nih, mau makan di mana?
Henry  : Maksudnya? Ini kan udah mau jam 6 sore kok sarapan?
Aldi      : Breakfasting. Itu loh.. Saat kamu berhenti puasa.
Henry  : Ooo.. maksud kamu buka puasa. Yuk kita ke restoran Turki yang baru buka minggu lalu.

Agak membingungkan bukan? Bagi orang bule yang belum mengerti konteks orang Indonesia ngomong “breakfasting” pasti kebingungan, jadi saat berbicara sama rekan asing, elo boleh banget menggunakan “breaking fast” daripada “breakfasting” ya.

**Fun Fact:

Breakfast artinya sarapan. Frasa ini dalam bahasa Inggris memang berasal dari konsep puasa juga loh. Sebagian besar orang kan tidur di malam hari, yang berarti mereka nggak akan makan selama berjam-jam yang merupakan aksi puasa yang tidak resmi.

Setelah “puasa” selama tidur, kita akan bangun dan makan kan? Nah jadi bisa diartikan kita sedang buka puasa saat sarapan. Oleh karena itu, sarapan dalam bahasa Inggris adalah “breakfast”.

Thanks before

Kita lanjut ke frasa bahasa Inggris salah kaprah paling populer yaitu “thanks before”. Karena sudah terbiasa mendengar dan menggunakannya, kita pasti tidak akan merasa aneh setiap kali “thanks before” muncul.

Frasa “thanks before” berawal dari orang Indonesia yang sering sekali mengatakan terima kasih sebelumnya. “Thanks before” adalah terjemahan langsung dari “terima kasih sebelumnya”, thanks/thank you: terima kasih, dan before: sebelumnya.

Jono         : Good afternoon Mr. Jones, here is my article, would you mind checking and commenting on it before I publish it? Thanks before.
Mr. Jones: Good afternoon, thanks for sending it to me, I’ll send it back to you ASAP. By the way thanks before what?
Jono         : Thank you, sir. Oh, I’m just saying thank you before you reply.
Mr. Jones: Oh alright then, thanks again, will get back to you soon.
Terjemahan:
Jono         : Selamat siang Mr. Jones, ini artikel saya, bolehkah Bapak cek dan memberikan komentar sebelum saya publish? Terima kasih sebelumnya (thanks before).
Mr. Jones: Selamat siang, terima kasih sudah mengirimkan ini, saya akan segera cek dan mengembalikannya padamu. Tapi kamu berterima kasih sebelum apa? (apakah ada kelanjutannya?)
Jono         : Terima kasih Pak. Oh itu saya cuman berterima kasih sebelum bapak membalas.
Mr. Jones: Oh begitu, terima kasih, saya akan kontak kembali kamu nanti.

Tapi sebenarnya before yang merupakan proposisi yang seharusnya disambungkan dengan kata benda, jadi kalau mau tetap ngomong “thanks before” akan benar kalau ditambahkan kata “hand” sebagai kata benda setelah kata before.

Sehingga jadinya “thanks beforehand”. Selain “thanks beforehand” ada alternatif yaitu “thanks in advance”.

Jadi inget-inget ya, “thanks in advance” artinya “terima kasih sebelumnya” yang lebih tepat dipakai.

Join with us

“Join with us”, gak 100% salah, hanya dalam konteks grammar agak aneh. “Join with us” adalah terjemahan langsung dari “gabung bersama kita”.

Nah gampangnya begini, karena elo dan teman-teman elo yang mengajak orang lain (misal si A) bergabung sama kalian, maka sudah jelas si A harus bergabung sama siapa, jadi tidak perlu lagi kata “with” di tengah.

Kalau elo mau menyuruh si A untuk pergi bareng kelompok yang lain,  juga sama saja, kata “with” tidak begitu diperlukan. Yuk kita lihat contoh dialog berikut ini biar elo tahu penggunaan bahasa Inggris yang tepat.

Group A                : Hey come join us, we have plenty of space.
Sam – Group A     : Wait, we’re waiting for Jim and Andrew, there would be no more space.
Diane – Group A   : Oh right sorry, go join group B they might have space.
Group B               : Oh yeah, one of our friends canceled, come join us.
Terjemahan:
Group A                 : Eh sini bareng kami aja, masih banyak tempat.
Sam-Group A        : Tunggu, kita kan lagi nungguin Jin dan Andrew, nanti nggak ada tempat lagi.
Diane-group A      : Oh iya, maaf, gabung bareng grup B aja, mungkin ada tempat.
Group B                : Oh, iya, teman kami ada yang cancel, yuk gabung bareng kami aja.

Karena kata “join” sudah mengandung unsur mengajak untuk bergabung bersama-sama, maka tidak diperlukan lagi kata “with” untuk menyambung dengan subjek pembicaraan.

Elo juga bisa pakai kata-kata “come join us”. “Come join us” artinya kira-kira “yuk, gabung bersama kami” “atau “ayo gabung bersama kami”.

Analoginya, join: gabung bareng; + with: bareng + us: kami = “gabung bareng bareng kami”, hasilnya ada pengulangan kata “bareng” sehingga menjadikan kalimat kurang efektif. Maka penggunaan kata “with” tidak dianjurkan dalam penggunaan bahasa Inggris.

I ever

Bahasa Inggris salah kaprah berikutnya adalah “I ever”. Pernah gak sih kalian ditanyain pertanyaan “pernah gak?”, eh gue juga barusan nanya hahaha. Berarti pernah ya.

Nah, penggunaan bahasa Inggris “pernah” yang biasa kita ketahui selama ini adalah “ever”, dan alhasil jika ditanya “pernah atau nggak dalam penggunaan bahasa Inggris, jawabannya adalah “I ever”. Tapi sebenarnya jawaban seperti itu kurang tepat, lebih tepat kalau kita menjawab menggunakan kata “have”.

Supaya lebih mudah diingat, ingat saja kalau pertanyaan “pernah gak pernah” pasti diawali dengan kata “have”; “Have you ever …?” jadi, alangkah lebih aman jika elo menggunakan “have” juga saat menjawab pertanyaannya: I have done this, I have done that.

Salma   : Jacob, have you ever jumped over these bushes?
Jacob    : I ever done it. It was so hard, I almost fell. Have you done it to Salma?
Salma   : Yes I have, it really was hard, I almost didn’t make it.
Terjemahan:
Salma    : Jacob, apakah kamu pernah melompati semak-semak ini?
Jacob     : Pernah (ever). Susah banget, aku hampir jatuh. Kalau kamu Salma?
Salma    : Iya pernah, memang susah, aku hampir gak berhasil.

Dari percakapan di atas kalian bisa lihat perbedaannya kan? Sebenarnya cara-cara ini tidak ada yang salah dan para penutur asli Bahasa Inggris juga pasti mengerti, tapi risikonya adalah elo akan dianggap aneh saja saat menggunakan “I ever” saat menjawab.

Jadi coba ingat-ingat kembali pembahasan ini saat akan menjawab pertanyaan “have you ever..” dalam penggunaan Bahasa Inggris selanjutnya ya.