Cara Menentukan Bilangan Oksidasi – Materi Kimia Kelas 10

Apa Itu Bilangan Oksidasi?

Bilangan oksidasi atau biloks adalah  jumlah muatan positif atau negatif pada sebuah atom. Jadi, biloks inilah yang akan menunjukkan jumlah elektron yang udah diterima atau diberikan oleh suatu atom ke atom yang lain. Nah, sekarang pertanyaannya gimana cara kita tahu sebuah atom itu bernilai positif atau negatif?

Perhatikan ketentuannya!

atom positif dan negatif zenius education
Perbedaan atom positif dan negatif 
  • Jika suatu atom melepaskan atau memberikan sejumlah elektronnya, maka atom tersebut akan bernilai positif.
  • Jika suatu atom menerima sejumlah elektron, maka atom tersebut akan bernilai negatif.

Kenapa sih atom harus saling mentransfer elektronnya seperti itu? Jawabannya simpel, yaitu supaya menjadi stabil. Elo juga nggak suka sebuah kelabilan, kan? Sama, atom juga nggak suka yang labil-labil gitu, mereka lebih suka stabil. Maka dari itu, dicarilah cara supaya mereka bisa menjadi stabil dan ketemu deh dengan cara melakukan reaksi. Paham ya sampai sini?

Aturan Bilangan Oksidasi

Ada beberapa aturan untuk menentukan biloks terhadap suatu unsur tertentu.

Unsur Bebas → Biloks = 0

Contoh: Na, K, Cl2, M2, dan O2.

Logam yang Berikatan dengan Unsur Lain → Biloks = Positif

Contoh:

Gol I: Na, K, Rb → biloks = +1

Gol II: Be, Mg, Ca, dan Ba → biloks = +2

Gol III: Al → biloks = +3

Jadi, tergantung golongannya ya, guys.

Ion Tunggal atau Ion Monoatomik → Biloks = Muatannya

Contoh:

Na+ dan K+ → biloks = +1

Ca2+ dan Ba2+ → biloks = +2

Jumlah Biloks Unsur dalam Senyawa atau Biloks Total → Biloks = 0

Contoh: KNO3

(1 x biloks K) + (1 x biloks N) + (3 x biloks O) = 0

Jumlah Biloks Ion Poliatomik → Biloks = Muatannya

Contoh: (SO4)2-

(1 x biloks S) + (4 x biloks O) = -2

Biloks Hidrogen

  • Jika hidrogen berikatan dengan logam, maka biloks = -1

Contoh: NaH, hidrogen lebih elektronegatif daripada Na, sehingga hidrogen akan menarik elektron dan Na melepaskan elektron. Maka, H bermuatan negatif dan Na bermuatan positif. H = -1 dan Na = +1.

  • Jika hidrogen berikatan dengan non logam, maka biloks = +1

Contoh: HBr, H memiliki elektron 1 dan Br memiliki 7 elektron. Br lebih elektronegatif, sehingga Br akan menarik elektron H, dan H melepaskan elektron. Sehingga, Br bermuatan negatif dan H bermuatan positif → H = +1.

Biloks Oksigen → Biloks = -2

Contoh: H2O, di mana O lebih elektronegatif daripada H, sehingga O akan menerima elektron dari H. Dengan begitu, O = -2.

Kecuali, pada senyawa peroksida dan superoksida.

Biloks Unsur Halogen → Biloks = -1 sampai +7

Contoh:

F (sebagai unsur yang paling elektronegatif) → biloks = -1

Cl, Br, dan I → biloks = variatif (-1, +1, +3, +5, +7)