Contoh Teks Berita beserta Struktur dan Ciri-Cirinya | Bahasa Indonesia Kelas 8

Pengertian Teks Berita

Menurut KBBI, berita adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Nah, dapat kita simpulkan bahwa teks berita adalah suatu teks yang menyampaikan kabar atau informasi kepada masyarakat tentang suatu peristiwa atau kejadian faktual dan aktual yang diinformasikan secara tertulis.

Apa, sih, maksudnya faktual dan aktual? Faktual berarti teks tersebut ditulis berdasarkan kenyataan, sementara aktual artinya kejadian tersebut baru saja terjadi.

Sudah paham ‘kan? Jadi, teks berita itu adalah teks yang berisi tentang segala kejadian atau peristiwa yang baru saja terjadi dan sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat.

 

 

 

 

Struktur Teks Berita

1. Judul Berita

Judul sangat penting dalam suatu berita karena berperan sebagai pemikat pembaca untuk membaca isi dari teks berita. Untuk itu, judul harus dibuat semenarik mungkin agar dapat memancing rasa penasaran pembaca.

2. Kepala Berita (Lead atau teras berita)

Kepala berita memiliki lingkup bahasan yang lebih besar. Artinya, ada banyak informasi yang disajikan pada bagian ini. Informasi penting dalam berita memuat unsur ADiKSiMBa. Umumnya pada bagian awal berita ini, penulis akan mengawali informasinya dengan menyajikan 4 unsur, yaitu “apa, di mana, kapan, dan siapa.”

3. Tubuh Berita (Body)

Bagian tubuh berita berisi penjelasan atau informasi yang disampaikan pada bagian kepala berita. Bagian ini adalah jawaban atas pertanyaan “mengapa dan bagaimana”. Umumnya, memuat latar belakang atau alasan suatu peristiwa bisa terjadi.

4. Ekor Berita

Bagian ini mencantumkan informasi yang bersifat tambahan. Apabila bagian ini dihilangkan, tidak akan berpengaruh terhadap pokok berita.

 

 

 

Ciri-Ciri Teks Berita

  1. Bersifat objektif dan faktual. Artinya, teks berita memberitakan sesuatu yang benar-benar terjadi, bukan opini atau gagasan penulis
  2. Menyajikan peristiwa yang sedang terjadi, tetapi bukan sesuatu yang umum terjadi setiap hari
  3. Aktual, yaitu peristiwa yang diberitakan masih segar atau baru terjadi, bukan peristiwa lampau
  4. Data yang disajikan sesuai dengan peristiwa asli, tidak ada rekayasa
  5. Bahasa yang disajikan menarik dan dapat memikat minat pembaca
  6. Data yang diberitakan lengkap, khususnya data penting
  7. Waktu dan tempat peristiwa jelas
  8. Bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh pembaca
  9. Alur peristiwa berurutan
  10. Kalimat yang digunakan singkat, padat, dan jelas
  11. Sumber berita valid dan bisa dipertanggungjawabkan
  12. Judul berita bisa mewakili isi berita
  13. Memuat unsur kata tanya 5W+1H atau ADiKSiMBa

 

Contoh Teks Berita

Contoh Teks Berita tentang Varian COVID-19

WHO: Omicron Lebih Cepat Menular daripada Delta, Lemahkan Vaksin

Jakarta, CNN Indonesia — Penelitian data awal oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Covid-19 varian Omicron lebih cepat menular ketimbang Delta dan dapat melemahkan vaksin yang ada saat ini.

“Berdasarkan data yang ada saat ini, Omicron kemungkinan bakal mengalahkan varian Delta di tempat di mana terjadi penularan antar-masyarakat,” demikian pernyataan WHO yang dikutip AFP, Minggu (12/12).

Merujuk pada data yang dihimpun WHO, saat ini Omicron sudah menyebar di 63 negara. Mereka melihat Omicron cepat menyebar di Afrika Selatan, di mana varian Delta tak mendominasi.

Namun, mereka juga mencatat penyebaran cepat Covid-19 varian Omicron di Inggris, yang kasusnya secara keseluruhan sebenarnya masih didominasi Delta.

Meski demikian, WHO menegaskan bahwa data yang ada saat ini masih kurang. Mereka pun belum dapat memastikan tingkat penularan Omicron tinggi karena lebih mudah menembus respons imun atau memang lebih cepat menular.

Selain itu, WHO juga menyatakan bahwa data awal menunjukkan Omicron menyebabkan “pengurangan efikasi vaksin terjadi infeksi dan penularan [Covid-19].”

Terlepas dari temuan tersebut, WHO menekankan bahwa infeksi virus corona varian Omicron sejauh ini hanya menyebabkan gejala ringan. Mereka masih mengumpulkan data untuk menentukan tingkat keparahan klinis Omicron.

Penelitian ini masih terus dilakukan setelah Afrika Selatan melaporkan temuan varian baru tersebut ke WHO pada 24 November lalu.

Sejak saat itu, banyak pakar memang menyebut Omicron lebih cepat menular dan kemungkinan dapat melemahkan vaksin yang sudah ada saat ini.

Kendati demikian, sejumlah produsen vaksin menyatakan bahwa suntikan mereka masih efektif melawan Omicron. Pfizer/BioNTech bahkan menyebut tiga dosis vaksin mereka efektif menangkal varian baru itu.