Dampak Positif dan Negatif Konflik Sosial – Materi Sosiologi Kelas 11

Dampak Positif Konflik Sosial

Emangnya konflik sosial itu ada dampak positifnya? Iyaps! Konflik sosial dapat berakibat positif karena ketika perbedaan atau perselisihan terjadi, ternyata hal itu ada kegunaannya buat kita dan masyarakat. Apa aja kegunaannya?

1. Memperjelas Aspek Kehidupan yang Sebelumnya Belum Jelas

Apa nih, maksudnya? Kita ambil contoh yang tadi, deh. Ketika elo pengen makan dengan menu yang berbeda dengan temen, hal ini jadi memperjelas perbedaan-perbedaan yang ada di antara kalian berdua. Semakin lama kalian saling mengenal, kemungkinan terjadi konfliknya kan, bakal semakin besar. Tapi, dengan ini, aspek kehidupan kalian berdua jadi semakin jelas satu sama lain.

Apakah dengan terjadinya konflik sosial, kita bisa semakin mengenal orang lain karena aspek kehidupannya semakin jelas? Yes!

2. Meningkatkan Solidaritas

Kita itu kalau punya musuh bersama, malah semakin bersatu, ya nggak, sih? Kayak dulu, rakyat Indonesia bersatu karena punya musuh bersama, yaitu penjajah. Nah, dengan berkonflik, solidaritas bakal meningkat di antara pihak-pihak yang punya musuh bersama. Walaupun hubungan dengan musuh semakin menjauh, tapi justru solidaritas semakin kuat di antara pihak-pihak yang punya satu tujuan atau musuh.

3. Penyesuaian Norma Sosial di Masyarakat

Kalau elo pernah tahu, ada berita bahwa ada orang yang terkena abu rokok dari orang yang lagi berkendara. Konflik sosial terjadi karena protes terhadap orang yang berkendara sambil merokok, karena merugikan orang lain yang matanya terkena abu rokok.

Dengan berkonflik begini, orang-orang lain jadi ngeh kalau berkendara sambil merokok itu berbahaya untuk orang lain. Nah, di sini, norma sosial disesuaikan, dengan menganggap bahwa perilaku ini melanggar norma sosial.

Selanjutnya, setelah tahu dampak positifnya, ayo kita lihat apa aja dampak negatif dari konflik sosial.

Dampak Negatif Konflik Sosial

1. Kerusakan Fisik dan Korban Jiwa

Mulai dari tawuran, sampai perang antar suku, semua konflik ini menimbulkan kerusakan fisik dan bahkan menelan korban jiwa. Semakin tinggi level konflik sosial yang terjadi, maka kerusakan fisik dan korban jiwanya juga bakal makin parah.

2. Rusaknya Hubungan Pihak yang Terlibat

Kalau konflik bisa membuat solidaritas semakin kuat di antara pihak-pihak yang punya musuh bersama, konflik juga membuat hubungan rusak di antara pihak-pihak yang saling berkonflik. Hal ini membuat dampak positif dan negatif itu bakal saling mengiringi pihak-pihak yang terlibat di dalam konflik sosial.

3. Mengubah Seseorang

Kalau kita liat individu-individu yang berkonflik, enggak sedikit dari mereka yang mengalami trauma. Selain itu, konflik membuat seseorang mempunyai stigma negatif terhadap pihak lawan. Contohnya, perang antar suku membuat individu yang bahkan tidak terlibat dalam perang, tetapi mempunyai pandangan buruk terhadap suku lawan.

Okay, setelah tahu dampak positif dan negatif dari konflik sosial, gimana pandangan elo sekarang? Konflik memang harus dikelola supaya dampak positif lebih dominan daripada negatifnya.

Sekarang, gue bakal ngasih soal buat dikerjain, semoga jadi makin ngerti tentang materi ini setelah ngerjain soalnya.

Contoh Soal

Kasus penganiayaan yang dilakukan majikan kepada pembantu membuat sejumlah orang yang bersimpati dan turut membantu dalam menangani kasus tersebut meskipun tidak semua orang yang membantu mengenal korban. Hal ini menunjukkan dampak positif konflik berupa…

a. Penyesuaian norma sosial di masyarakat

b. Meningkatkan solidaritas

c. Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas

d. Memunculkan norma baru di masyarakat

Pembahasan:

Konflik sosial membuat solidaritas meningkat di antara pihak-pihak yang memiliki musuh bersama. Dalam hal ini, pihak-pihak yang membela korban bersatu dan hal ini menunjukkan dampak positif dari konflik sosial.

Jawaban: b