Definisi dan Klasifikasi Mollusca – Materi Biologi Kelas 10

Apa Itu Mollusca?

Tapi, sebelum gue bahas mengenai klasifikasi dan contoh hewan Mollusca lebih jauh, ada baiknya elo mengetahui dulu pengertian dari Mollusca dulu.

Ternyata, Mollusca berasal dari bahasa latin molluscus yang berarti lunak. Itulah mengapa kriteria tubuh mollusca sebagai hewan invertebrata (tidak memiliki tulang belakang) lunak atau elastis.

Yap, Mollusca adalah hewan invertebrata terbesar kedua setelah Arthropoda (filum tubuh bersegmen dan kaki berbuku-buku), dan sebagian besar anggotanya berada di wilayah perairan.

Menurut Dewi Ariani, dalam Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha tahun 2019, ciri- ciri Mollusca selain memiliki tubuh lunak adalah mereka kelompok hewan berdarah dingin.

Tubuh Mollusca terdiri atas kepala, mantel, dan kaki otot. Mereka hidup secara heterotrof, sehingga membutuhkan organisme lain sebagai nutrisinya, seperti ganggang, ikan, udang, maupun sisa organisme.

Tahu gak, ternyata anggota yang tergabung dalam filum ini memiliki tingkat adaptasi yang cukup baik lho. Umumnya mereka bisa hidup di perairan dan bisa juga menempel pada batu atau permukaan lain.

Ciri-ciri Mollusca

Untuk mempermudah elo dalam mengelompokkan berbagai jenis hewan ke dalam filum ini, berikut udah gue buat daftar dari ciri-ciri Mollusca di bawah ini:

  • Memiliki tubuh lunak dan tidak beruas atau berbuku-buku.
  • Bagian tubuhnya terdiri dari mantle (lipatan kulit untuk memproduksi cangkang), visceral mass (melindungi organ dalam), dan kaki (alat gerak).
  • Tidak memiliki tulang belakang (invertebrata).
  • Di dalam mulut Mollusca ada suatu lidah bergigi yang bernama radula, fungsinya untuk menggerus atau mengunyah makannya (meskipun radula ini hanya ada di bagian bawah mulutnya).
  • Hidup di air dan ada juga yang di darat.
  • Organ ekskresi yang dimiliki berupa Nefridium atau Nefridia yang bekerja mirip ginjal pada hewan vertebrata.
  • Bersifat heterotrof, yaitu tidak bisa membuat makanan sendiri.
  • Organisme eukariotik multiseluler.
  • Memiliki struktur tubuh simetri bilateral.
  • Melakukan perkembangbiakkan secara seksual.
  • Ukuran dan bentuk bervariasi.
  • Termasuk dalam triploblastik selomata.

Klasifikasi Mollusca

Mollusca memiliki berbagai manfaat untuk manusia, seperti sumber makanan bergizi dan tinggi protein, sumber obat-obatan, bahan dasar industri, dll.

Menurut Nontji, dalam bukunya yang berjudul Laut Nusantara tahun 1993, Mollusca terbagi dalam lima kelas, yaitu Amphineura, Gastropoda, Scaphopoda, Pelecypoda dan Cephalopoda.

Namun, dari kelima klasifikasi mollusca tersebut, ada tiga yang keberadaannya memiliki peranan penting bagi kehidupan dan memiliki nilai ekonomis, yaitu Gastropoda (siput), Pelecypoda atau Bivalvia (kerang-kerangan), dan Cephalopoda (cumi-cumian).

Contoh hewan yang termasuk dalam filum Mollusca. (dok: exploringnature.org)
Contoh hewan yang termasuk dalam filum Mollusca. (dok: exploringnature.org)

Gastropoda (Siput)

Siput adalah hewan yang termasuk dalam klasifikasi gastropoda (dok: Pixabay)
Siput adalah hewan yang termasuk dalam klasifikasi gastropoda (dok: Pixabay)

Gastropoda merupakan anggota dari filum Mollusca yang tubuhnya lunak dan memiliki cangkang tunggal. Kelompok ini juga memiliki torsi.

Umumnya, kelompok ini habitatnya di lautan, dan ada beberapa yang udah beradaptasi hidup di darat.

Dilansir dari buku Animal Diversity oleh Hickman dan Cleveland, siput dimasukkan ke dalam filum mollusca karena memiliki cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat yang dilapisi periostrakum dan zat tanduk dan badan lunak di balik cangkang mereka.

Selain itu, sebagian besar dari mereka juga berlendir dan jarang berpindah tempat, karena pergerakannya lambat dan memiliki cangkang yang keras. Tapi, beberapa di antaranya bisa memanjat, berenang, dan menggali lho.

Anggota gastropoda umumnya memiliki tubuh yang terlindungi oleh cangkang kecuali Chromodoris annae atau siput telanjang, mereka biasanya hidup di perairan laut dengan warna dan corak yang cerah.

Contoh hewan Mollusca pada kelas Gastropoda adalah:

  1. Helix pomatia (siput escargot yang merupakan makanan mahal di Prancis),
  2. Tarebia granifera (siput air tawar).
  3. Achatina fulica (bekicot),
  4. Chromodoris annae (siput telanjang)

Pelecypoda (Kerang-kerangan)

Klasifikasi Mollusca selanjutnya adalah Pelecypoda atau Bivalvia yang merupakan hewan lunak yang memiliki cangkang yang terbagi menjadi dua, umumnya simetri bilateral. Anggota kelompoknya rata-rata hidup di perairan.

Menurut Astuti, dalam jurnalnya tentang struktur komunitas bivalvia pada tahun 2009, mereka bisa menggerakkan cangkangnya (membuka dan menutup) dengan cara menggunakan otot aduktor dan reduktornya.

Di bagian dorsal ada gigi engsel dan ligamen, mereka juga dilengkapi dengan labial-palp tanpa memiliki rahang dan radula.

Oh iya, cara hidupnya juga beragam lho, guys. Ada yang perairan laut, ada juga yang perairan tawar, dan ada juga yang berenang aktif.

Contoh hewan Mollusca dalam kelas Pelecypoda yaitu:

  1. Polymesoda bengalensis (kerang bakau),
  2. Perna viridis (kerang hijau),
  3. Tegillarca granosa (kerang darah).

Cephalopoda (Cumi-cumian)

Squid termasuk dalam Cephalopoda (dok: Pixabay).
Squid termasuk dalam Cephalopoda (dok: Pixabay).

Di antara filum Mollusca, Cephalopoda atau Sefalopoda adalah yang paling kompleks, karena anggota kelompok ini memiliki kepala.

Nah, kepala ini di dalamnya ada otak yang mengintegrasikan seluruh informasi sensoris dan motoris pada Cephalopoda. Jadi, bisa dibilang, anggota kelompok ini pintar-pintar, guys. Coba deh elo cari video atau informasi tentang Cephalopoda yang berhasil menyelesaikan puzzle.

Pada bagian kepala, ada mulut yang langsung dikelilingi oleh kaki. Kaki tersebut ada delapan lengan dan dua tentakel. Nah, tentakelnya ternyata lebih panjang dari tangannya. Tentakel ini fungsinya untuk mencengkram mangsa dan menggigitnya menggunakan gigi yang menyerupai paruh.

Di bagian bawah kepala ada cerobong penyemprot yang disebut siphon, nah itu fungsinya untuk mengalirkan air saat bernapas dan untuk berenang cepat. Kemudian, bagian tubuh selanjutnya ada badan.

Dan jika dibandingkan dengan Gastropoda atau Pelecypoda, Cephalopoda merupakan kelompok hewan mollusca yang tidak memiliki cangkang luar.

Meskipun beberapa jenis Mollusca dari kelas Gastropoda dan Pelecypoda ada yang hidup di laut. Hampir semua kelompok hewan jenis moluska yang hidup di laut adalah Cephalopoda.

Fakta menarik lagi nih untuk kelas cumi-cumian. Ternyata seluruh badan hewan Cephalopoda ditutup oleh mantel lho. Di dalam rongga mantel ada insang sebagai alat untuk bernapas.

Kira-kira dari ciri-ciri di atas, hewan yang termasuk dalam Cephalopoda ada apa aja, guysYap, cumi-cumi, gurita, dan sotong.

Contoh hewan Mollusca dari kelas Cephalopoda:

  1. Loligo vulgaris (cumi-cumi),
  2. Sepiida officinalis (sotong),
  3. Octopoda vulgaris (gurita),
  4. Nautilus pompilius (nautilus).

Nah, setelah membaca mengenai tiga kelas dalam klasifikasi Mollusca, gue punya satu pertanyaan nih untuk mengasah pemahaman elo, coba sebutkan tiga jenis hewan mollusca beserta alat geraknya!

Jawabannya gampang, elo bisa mulai ambil satu contoh dari kelas gastropoda atau siput. Misalnya Achatina fulica (bekicot) yang bergerak menggunakan kaki dan perut. Ingat nama kelasnya (gastropoda) gastro artinya perut.

Dari kelas kerang-kerangan, misalnya elo ambil contoh Perna viridis (kerang hijau) yang bergerak dengan “kaki”, nah di sini kaki pada kerang bukan seperti kaki pada kucing atau sapi ya, kaki mereka lebih tepatnya daging pipih yang ada di dalam cangkang.

Kaki ini hanya dikeluarkan ketika mereka ingin berpindah tempat atau merasa terancam. Makanya kaki pada kerang sering disebut juga kaki pipih.

Selanjutnya dari kelas Cephalopoda, misalnya Octopoda vulgaris (gurita) yang bergerak menggunakan kaki atau tentakel. Jadi kalo elo melihat nama kelasnya yaitu Cephalopoda artinya semua hewan dalam kelas ini memiliki kaki yang terhubung langsung ke kepala mereka yaitu tentakel.