Pengertian Tektonisme, Proses, dan Dampaknya – Materi Geografi Kelas 10

Pengertian Tenaga Endogen dan Eksogen

Kondisi patahan di atas ada hubungannya dengan tenaga endogen. Apa sih tenaga endogen itu? Tenaga endogen merupakan tenaga yang berasal dari dalam Bumi dan menyebabkan perubahan pada permukaan Bumi.

Adanya tenaga endogen ini menyebabkan permukaan Bumi menjadi gak rata, hasilnya bisa berupa cekungan atau cembungan. Lo bisa lihat kalau di Bumi ini ada dataran rendah, dataran tinggi, dan lautan. Jenis tenaga endogen yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme. Apa pengertian tektonisme, vulkanisme, dan seisme? Kali ini kita hanya akan membahas tentang tektonisme terlebih dahulu.

Kalau tenaga endogen merupakan tenaga yang berasal dari dalam, maka tenaga eksogen merupakan tenaga dari luar Bumi. Tenaga ini ada hubungannya dengan siklus batuan, angin, air, dan organisme

Pengertian Tektonisme

Tektonisme merupakan salah satu jenis tenaga endogen. Apa itu tektonisme? Tektonisme adalah tenaga endogen yang menyebabkan perubahan letak atau bentuk lempeng Bumi.

Ada dua jenis proses tektonisme, yaitu epirogenetik dan orogenetik.

Epirogenetik

Tahukah lo mengenai salah satu pulau di Sulawesi Tenggara bernama Buton? Salah satu pulau penghasil aspal terbesar ini memiliki fenomena unik yang berhubungan dengan tektonisme lho, guys.

Ada sebuah batas pada pulau Buton yang menunjukkan perubahan ketinggian sekitar 250 m. Batas tersebut diperkirakan sudah ada sejak 2-65 juta tahun yang lalu. Kenapa ya kok pulau tersebut bisa mengalami perubahan ketinggian? Jawabannya adalah karena gerak epirogenetik.

“Gerak epirogenetik merupakan proses naik turunnya permukaan Bumi yang disebabkan oleh gaya endogen dengan arah pergerakan secara vertikal dan berlangsung dalam wilayah yang luas dan waktu yang lama”

Gerak epirogenetik dibagi menjadi dua berdasarkan arah pergerakannya, yaitu positif dan negatif. Pada epirogenetik positif, daratan mengalami penurunan, sehingga permukaan air laut terlihat lebih naik. Sedangkan pada epirogenetik negatif, daratan mengalami kenaikan, sehingga permukaan air laut seolah-olah turun.

Orogenetik

Apa itu gerak orogenetik? Lo bayangkan sedang memegang spons, kemudian lo dorong pada kedua ujung sponsnya, maka lo akan melihat lipatan-lipatan pada spons tersebut, iya kan? Nah, ternyata Bumi kita juga bisa mengalami hal serupa lho. Contohnya adalah pegunungan Alpen. Hmmm … kok bisa ya?

Terbentuknya pegunungan Alpen terjadi karena adanya gerak orogenetik. Lo udah tahu kan pada poin pengertian tektonisme, kalau gerak yang satu ini termasuk dalam tektonisme dan tenaga endogen.

“Gerak orogenetik merupakan gerakan pada permukaan Bumi baik secara vertikal maupun horizontal yang mengakibatkan peningkatan dan penurunan wilayah Bumi pada wilayah yang sempit dan waktu yang singkat”

Gerak orogenetik ini meliputi lipatan dan patahan. Lo bisa perhatikan jenis-jenisnya pada gambar berikut ini:

jenis lipatan dan patahan tektonisme zenius
Jenis lipatan dan patahan tektonisme (Dok. Berbagai sumber)

Dampak Positif dari Tektonisme terhadap Kehidupan

Terjadinya tektonisme pasti akan berdampak pada kehidupan kita. Selain berdampak negatif, seperti munculnya bencana alam berupa gempa bumi dan longsor, ada juga lho dampak positif yang dihasilkan dari adanya tektonisme. Lalu, apa aja sih dampak positif dari tektonisme terhadap kehidupan?

Dampak Positif Tektonisme Zenius Education
Keanekaragaman bentuk bumi, salah satu dampak positif tektonisme (Dok. Wikimedia Commons)
  1. Keanekaragaman bentuk Bumi.
    Adanya aktivitas tektonisme menyebabkan permukaan Bumi memiliki pegunungan, danau, sungai, palung, dan dataran.
  2. Munculnya logam-logam berharga.
    Aktivitas tektonisme membuat mineral Bumi muncul karena terdorong ke permukaan atau karena tekanan dan suhu yang sangat tinggi akibat pergerakan lempeng tektonik. Hal ini bisa menjadi daya tarik dan sumber penghasilan bagi masyarakat.
  3. Ada pembentukkan pegunungan dan juga lembah.
    Adanya aktivitas tektonik bisa menghasilkan objek-objek dengan pemandangan alam yang indah, gerakan lipatan dan patahan ini bisa menghasilkan tempat-tempat yang berpotensi wisata.