Ikatan Kimia dan Jenisnya – Materi Kimia Kelas 10

Apa Itu Ikatan Kimia?

Ikatan kimia merupakan gaya yang mengikat dua atom atau lebih untuk membuat senyawa atau molekul kimia. Ikatan itulah yang akan menjaga atom tetap bersama dalam suatu senyawa yang dihasilkan.

Dengan kata lain senyawa terbentuk oleh ikatan kimia dari dua atau lebih jenis unsur. Kayak di contoh tadi ada senyawa dari garam dapur.

Namun, ikatan tersebut berbeda-beda lho, guys. Ada ikatan kuat seperti yang terjadi pada ikatan logam, ikatan ion dan ikatan kovalen. Ada juga ikatan lemah yang terjadi pada interaksi dipol-dipol, gaya dispersi London, dan ikatan hidrogen.

Semakin kuat ikatan kimia yang terjadi, maka akan semakin stabil senyawa yang dihasilkannya. Sebaliknya, semakin lemah ikatan kimia yang terjadi, akan semakin tidak stabil senyawa yang dihasilkannya, dan dapat mengalami reaksi lain untuk membuatnya lebih stabil.

Dalam pembentukannya, ikatan tersebut dipengaruhi oleh elektron valensi. Apa itu elektron valensi? Yaitu elektron yang berada pada kulit terluar suatu atom.

Di berbagai ujian seperti UTBK, ujian sekolah atau ujian mandiri PTN, elo bakal sering nemuin pertanyaan “jelaskan pembagian ikatan kimia beserta contohnya”. Maka dari itu baca terus artikel ini biar elo paham seluk-beluk ikatan kimia dan jawabin pertanyaan semacam itu, ya!

Teori Lewis dan Kossel

Albrecht Kossel dan Gilbert. N. Lewis merupakan orang pertama yang telah berhasil dalam menjelaskan bagaimana ikatan kimia dapat terbentuk.

Teori Lewis

Teori pertama yang akan gue jelaskan adalah teori Lewis. Dinamakan teori Lewis, karena teori ini datang dari Profesor Fisika dan Kimia dari Amerika Serikat, yaitu Gilbert. N. Lewis pada tahun 1916 di dalam artikelnya “The Atom and The Molecules”.

Elo juga akan mengenal yang namanya struktur Lewis, yaitu langkah awal untuk menentukan bentuk molekul. Elo bisa lihat pada contoh ikatan yang terjadi antara Litium (1 elektron), Oksigen (6 elektron), dan Neon (8 elektron) berikut ini:

struktur lewis pada ikatan kimia

Simbol titik pada ikatan di atas merupakan jumlah elektron valensi dari masing-masing atomnya.

Teori Kossel

Selanjutnya, ada Teori Kossel. Masih di tahun yang sama, Albrecht Kossel yang merupakan ilmuwan dari Jerman, juga mengajukan teori yang hampir mirip dengan teori Lewis. Bedanya terletak pada transfer elektron yang penuh antar atom-atomnya. Kamu bisa lihat teori Kossel ini pada ikatan polar.

Selanjutnya, Lewis dan Kossel menjelaskan bahwa kestabilan gas mulia  dengan konfigurasi elektron saling berhubungan. Di mana unsur gas mulia ternyata memiliki 8 elektron valensi, sehingga memiliki sifat yang stabil (kecuali He yang hanya memiliki 2 elektron valensi).

Hal terpenting dari ikatan kimia adalah jenis-jenis ikatannya. Karena ini yang membagi senyawa satu dengan yang lainnya. Yuk simak di bawah ini tentang jenis-jenis ikatan kimia.

Jenis jenis Ikatan Kimia

Selanjutnya gue mau ajak elo belajar tentang jenis jenis ikatan kimia dan contohnya. Sebelumnya udah pernah gue bahas bahwa ikatan kimia ada yang kuat dan lemah. Untuk ikatan kimia kuat terjadi pada ikatan-ikatan di bawah ini:

Ikatan Ionik

Ikatan ionik terjadi ketika ion positif dan negatif (gaya listrik Coulomb) pada setiap atomnya membentuk sebuah ikatan kimia.

Ikatan ionik ini juga biasa disebut dengan ikatan elektrovalen. Contoh ikatan ion adalah Natrium dan Fluorida (NaF). Jadi,ikatan pada senyawa NaF merupakan ikatan Ionik ya.

Contoh ikatan kimia
Terjadi perpindahan elektron valensi Na ke F untuk membentuk senyawa yang stabil (sumber gambar: wikipedia)

Ikatan ionik hanya dapat terjadi antar unsur-unsur yang memiliki perbedaan keelektronegatifan cukup besar. Sehingga, terjadi serah terima elektron seperti pada contoh di atas.

Nah, itu tadi tentang ikatan ionik. Semoga penjelasan di atas bisa menjawab pertanyaan elo jika pertanyaannya kayak “jelaskan pengertian ikatan ionik!”.

Dalam materi ikatan kimia juga ada ikatan kovalen, apa itu? Langsung cek bahasannya di bawah.

Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen terjadi ketika ada pemakaian elektron ikatan secara bersama. Ketika ikatan kovalen terjadi, maka kedua atom yang berikatan tersebut akan tertarik pada pasangan elektron yang sama. Contoh ikatan kovalen terjadi pada atom H2.

contoh ikatan kovalen
Ikatan kovalen yang terjadi antara atom H (sumber gambar: fluxsci.com)

Berbeda dengan ikatan ionik yang mengalami serah terima elektron. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil, maka kedua atom H harus menggunakan elektron secara bersama.

Ikatan Logam

Atom logam memiliki elektron valensi yang relatif kosong, hal itu dikarenakan jumlah atomnya yang sedikit. Sehingga, ada perpindahan elektron antara satu atom ke atom yang lain.

Kemungkinan untuk berpindah tersebut sangat besar, sehingga elektron valensinya berbaur hingga menyerupai awan elektron yang membungkus ion positif di dalam atom.

contoh ikatan kimia jenis ikatan logam
Elektron valensi atom logam berbaur membungkus ion positif (sumber gambar: socratic.org)

Ikatan yang terjadi tersebut membuat logam ketika ditempa hanya akan mengalami pergeseran pada atom-atom penyusunnya, tapi ikatannya tetap ya, guys. Contoh ikatan logam adalah magnesium (mg).

Masih ingat kan pertanyaan yang sempet gue tanyain di atas. Gue yakin setelah belajar materi ikatan kimia dan jenis-jenisnya elo udah ketemu jawabannya. Gue kasih satu pertanyaan lagi nih, kali ini pilihan ganda.

Jelaskan senyawa menurut jenis ikatannya!

a. Senyawa magnesium klorida adalah contoh ikatan Ion

b. Senyawa Kalsium Sulfida merupakan contoh ikatan logam

c. Senyawa Amonia merupakan contoh ikatan kovalen

d. Senyawa galium adalah contoh ikatan logam

e. Senyawa gas oksigen adalah contoh ikatan ion