Klasifikasi Lengkap Kingdom Animalia – Materi Biologi Kelas 10

Apa Itu Animalia?

Nah, sebelum gue masuk ke dalam bahasan klasifikasi kingdom Animalia lebih jauh, ada baiknya kita memahami dulu pengertian dari kingdom ini.

Animalia adalah kingdom yang mencakup manusia dan berbagai jenis hewan. Wah, tentu saja pembahasan dari kingdom ini sangat luas ya, guys.

Kayak yang elo tahu, hewan ada banyak macamnya, ada hewan yang berukuran kecil seperti semut hingga yang besar seperti gajah. Ada yang di daratan seperti kucing, di lautan seperti ikan, bahkan ada yang bisa terbang seperti burung.

Aduh, pasti bakal banyak banget ya, pusing nggak sih buat mengelompokkannya? Oh tentu saja tidak. Para ahli zoologi udah punya acuannya dalam mengelompokkan berbagai hewan yang terdapat dalam kingdom Animalia ini. Ada yang dikelompokkan berdasarkan rongga tubuhnya, simetri tubuhnya, lapisan embrional, dll.

Sebelum lihat klasifikasinya lebih jauh, gue mau ajak elo belajar ciri-cirinya dulu di bawah ini.

Ciri-Ciri Kingdom Animalia

Saking banyaknya anggota kingdom Animalia, kita harus paham sama ciri-cirinya. Hal ini untuk mempermudah elo dalam mengklasifikasikan anggota-anggotanya nanti.

Coba deh elo bayangkan, kenapa kucing dan ikan sama-sama disebut hewan? Padahal kan keduanya sangat berbeda. Nah, jawabannya bakal elo dapatkan setelah tau ciri-ciri kingdom Animalia. Berikut ini merupakan ciri-ciri dari anggota Animalia:

  • Merupakan organisme eukariotik, yaitu memiliki membran inti.
  • Bersifat multiseluler, yaitu memiliki sel banyak.
  • Heterotrof, artinya tidak dapat membuat makanan sendiri, sehingga membutuhkan bahan organik lain untuk kebutuhan nutrisinya.
  • Motil, yaitu bisa bergerak.
  • Umumnya bereproduksi secara seksual, namun ada yang dengan cara aseksual.

Itulah yang membedakan anggota Animalia dengan kingdom lainnya. Kalau dilihat dari ciri-cirinya tentu saja Animalia lebih kompleks.

Klasifikasi Kingdom Animalia

Pengklasifikasian secara umum pada kingdom Animalia didasarkan pada keberadaan tulang belakangnya, yaitu invertebrata (tanpa tulang belakang) dan vertebrata (dengan tulang belakang).

Setelah dibagi berdasarkan tulang belakang, kingdom Animalia ini dibagi kembali menjadi 9 filum (divisi), yaitu: Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.

Biar makin paham, elo bisa lihat peta konsep kingdom animalia pada gambar di bawah ini ya:

Peta konsep kingdom Animalia (dok: exploringnature.org)
Klasifikasi kingdom Animalia (dok: exploringnature.org)

Invertebrata

Invertebrata merupakan klasifikasi kingdom animalia yang tidak memiliki tulang belakang. Berikut ini merupakan filum-filum atau divisi-divisi dari Animalia yang termasuk dalam invertebrata.

  • Porifera

Porifera juga sering disebut sebagai hewan berpori atau spons. Hal ini karena sebagian besar spesiesnya memiliki kerangka dari serabut spongin, sehingga bagian tubuhnya seperti spons.

Dengan ciri-ciri filum animalia di atas kira-kira elo bisa nggak kamu bakal menerka apa saja hewannya? Yap, betul sekali, mereka adalah terumbu karang atau bunga karang.

Banyak yang mengira filum hewan yang satu ini adalah tumbuhan, namun mereka termasuk hewan, lho. Mereka memakan bakteri dan plankton yang dicerna secara intraseluler. Tentu saja habitatnya di perairan, sebagian besar perairan laut.

Kelas invertebrata filum porifera diklasifikasikan menjadi Calcarea, Hexactinellida, dan Demospongiae.

  • Coelenterata

Filum hewan invertebrata yang satu ini memiliki dua bentuk tubuh, yaitu polip atau bentuk tabung, dan medusa atau berbentuk payung dan memiliki tentakel pada tepinya.

Elo tahu ubur-ubur kan? Yup, organisme tersebut termasuk filum coelenterata. Mereka hidup di perairan, laut maupun tawar. Hidupnya heterotrof, mereka memangsa plankton dan hewan kecil lainnya di perairan.

Klasifikasi dari filum Coelenterata, yaitu: Hydrozoa, Scyphozoa, dan Anthozoa.

  • Platyhelminthes
Contoh anggota Platyhelminthes atau cacing pipih berdasarkan klasifikasinya. (dok: exploringnature.org)
Contoh anggota Platyhelminthes atau cacing pipih berdasarkan klasifikasinya. (dok: exploringnature.org)

Platyhelminthes diambil dari bahasa Yunani, yaitu platy yang artinya pipih dan helminthes yang berarti cacing.

Dari artinya aja elo mungkin udah bisa tebak ya, cacing termasuk hewan yang berada di filum ini. Lebih tepatnya anggota dari filum ini pasti percacingan yang bentuknya pipih.

Kalau dibandingkan dengan kedua filum di atas (porifera dan coelenterata), platyhelminthes merupakan yang paling sempurna. Mereka termasuk dalam hewan triploblastik atau memiliki tiga lapisan sel, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.

Klasifikasi dari filum platyhelminthes, yaitu: Turbellaria (cacing getar), Trematoda (cacing hati), dan Cestoda (cacing pita).

  • Nemathelminthes

Hampir sama seperti sebelumnya, nemathelminthes berasal dari bahasa Yunani, yaitu nema yang berarti benang dan helminthes yang berarti cacing.

Terus apa yang membedakan filum kingdom animalia yang satu ini dengan filum yang sebelumnya? Meskipun sama sama percacingan tapi terdapat perbedaan bentuk, lho.

Bentuknya bulat panjang, seperti benang gitu deh, guys. Oh iya, nemathelminthes udah punya rongga tubuh yang semu ya, makanya sering juga disebut sebagai hewan pseudoselomata.

Klasifikasi dari filum nemathelminthes, yaitu: Ascaris lumbricoides (cacing perut), Ancylostoma duodenale (cacing tambang), Oxyuris vermicularis (cacing kremi), Wuchereria bancrofti (cacing rambut), Trichinella spiralis.

  • Annelida

Annelida juga termasuk jenis cacing lho, Sobat Zenius. Kalau di bahasa latin, annulus artinya cincin. Contoh dari filum Annelida adalah cacing gelang.

Mereka mempunyai segmen pada tubuhnya. Anggota annelida sudah memiliki rongga tubuh sejati (selomata).

Klasifikasi dari filum annelida, yaitu: Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea.

  • Mollusca
Contoh hewan yang termasuk dalam filum Mollusca. (dok: exploringnature.org)
Contoh hewan yang termasuk dalam filum Mollusca. (dok: exploringnature.org)

Mollusca, dalam bahasa latin adalah molluscus yang berarti lunak. Karena tubuhnya yang lunak itulah membuatnya dilindungi oleh cangkang, ya meskipun tidak semuanya.

Cara hidupnya sama seperti Animalia lainnya, yaitu heterotrof dengan memakan udang, ikan, ganggang, maupun sisa-sisa organisme lainnya. Habitatnya di perairan dan di darat.

Klasifikasi dari filum mollusca, yaitu: Gastropoda, Pelecypoda, dan Cephalopoda.

  • Arthropoda
Contoh anggota Arthropoda berdasarkan klasifikasinya. (dok: wikipedia.org)
Contoh anggota Arthropoda berdasarkan klasifikasinya. (dok: wikipedia.org)

Filum hewan invertebrata yang satu ini disebut sebagai Arthropoda. Arthropoda merupakan hewan berbuku-buku atau bersegmen.

Selain memiliki ciri bersegmen, ciri lainnya adalah memiliki kutikula keras yang membentuk kerangka luarnya.

Klasifikasi dari filum arthropoda yang paling umum, yaitu: Arachnoidea (laba-laba), Myriapoda (kaki seribu), Chilopoda (kelabang), Crustacea (udang), dan Insecta (serangga).

  • Echinodermata

Echinodermata merupakan hewan yang berduri. Mereka tidak ada yang bersifat parasit lho, guys. Kulitnya terdiri atas zat kitin, dan mereka memiliki sistem pencernaan yang sempurna.

Klasifikasi dari filum echinodermata, yaitu: Echinoidea (bulu babi), Holothuroidea, Asteria (bintang laut), Crinoidea, Ophiuroidea,

Vertebrata

Sekarang gue bakal ajak elo mengenal klasifikasi kingdom animalia yang memiliki tulang belakang atau nama lainnya vertebrata.

Vertebrata ini merupakan subfilum dari chordata. Berikut ini adalah klasifikasi vertebrata.

  • Pisces

Kelompok ikan ini merupakan jenis vertebrata yang hidup di perairan atau termasuk dalam organisme akuatik. Permukaannya licin dan bernapas menggunakan insang.

  • Amfibi
Contoh hewan Amfibi berdasarkan klasifikasinya. (dok: wikipedia.org)
Contoh hewan Amfibi berdasarkan klasifikasinya. (dok: wikipedia.org)

Amfibi merupakan hewan yang hidup di dua alam, yaitu daratan dan di air. Filum kingdom animalia amfibi melakukan pembuahan di luar tubuh, karena mereka melepaskan telur dan spermanya di dalam air.

Saat masih berupa berudu, mereka bernapas menggunakan insang, namun saat dewasa mereka bernapas menggunakan paru-paru.

  • Mamalia

Mamalia merupakan hewan yang memiliki kelenjar susu dan menghasilkan anak dengan cara melahirkan.

Mereka bernapas menggunakan paru-paru, memiliki jantung dengan empat bilik dan berdarah panas (homoiterm). Filum ini juga memiliki ciri khas yaitu memiliki kelenjar keringat dan minyak pada tubuh mereka.

Contoh hewan dari filum ini tentunya elo udah nggak asing lagi, deh. Coba tulis di komen ya!

  • Burung

Burung merupakan hewan yang memiliki sayap sebagai alat geraknya. Sama seperti Mamalia divisi Burung atau filum Aves adalah hewan berdarah panas dengan tubuh ditutupi oleh bulu.

Ciri lainnya adalah mereka memiliki empat bilik jantung, bernafas melalui paru-paru dan berkembang biak secara bertelur.

Semua burung diklasifikasikan di bawah filum ini. Contohnya adalah Burung Beo, Gagak, dan Burung Unta.

  • Reptil
Contoh hewan reptil berdasarkan klasifikasinya. (dok: exploringnature.org)
Contoh hewan reptil berdasarkan klasifikasinya. (dok: exploringnature.org)

Reptil adalah hewan berdarah dingin, yang memiliki sisik di tubuhnya. Mereka bernapas melalui paru-paru.

Pada sebagian besar hewan ini, jantungnya memiliki tiga bilik, kecuali buaya, yang memiliki jantung empat bilik. Contohnya adalah Ular, Kura-kura, Buaya, dll.