Latar Belakang dan Hasil Perundingan Linggarjati – Materi Sejarah Kelas 11

Apa itu Perundingan Linggarjati?

Perundingan Linggarjati merupakan perundingan yang membahas kemerdekaan Indonesia di mana melibatkan dua negara, yakni Indonesia dan Belanda. Perundingan Linggarjati diselenggarakan di Kota Linggarjati, Jawa Barat, Indonesia.

latar belakang perundingan perjanjian linggarjati
Gedung Perundingan Linggarjati, Kuningan. (Dok. Wikimedia Commons)

Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 15 November 1946 dan perundingannya berlangsung sejak tanggal 11 November 1945. Namun, Perjanjian Linggarjati baru sah ditandatangani oleh kedua pihak pada 25 Maret 1947.

Lantas, bagaimanakah latar belakang terjadinya Perjanjian Linggarjati? Yuk, ikuti terus!

Latar Belakang Perjanjian Linggarjati

Perjanjian Linggarjati berawal sejak Jepang menetapkan “status quo” di Indonesia sehingga menyebabkan terjadinya konflik antara Indonesia dan Belanda yang ditandai dengan peristiwa 10 November 1945.

Pada tanggal 7 Oktober 1946, Indonesia melakukan perundingan di Kantor Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta. Perundingan ini pun menghasilkan kesepakatan gencatan senjata pada tanggal 14 Oktober dan dilanjutkan perundingan di Linggarjati pada tanggal 11 November 1946.

perundingan perjanjian linggarjati sejarah
Persetujuan gencatan senjata dan dilanjutkan Perundingan Linggarjati. (Dok. Wikimedia Commons)

Dalam perundingan tersebut terdapat beberapa tokoh yang hadir untuk mewakili pihak masing-masing. Wakil indonesia dalam Perundingan Linggarjati adalah Sutan Syahrir, Susanto Tirtoprodjo, Mohammad Roem, dan AK Gani.

Sementara itu, di pihak Belanda diwakili oleh Wim Schermerhorn, F de Boer, Max Van Poll, dan HJ Van Mook.

Lord Killearn yang berasal dari Inggris pun bertindak sebagai mediator dalam perundingan ini.

Lantas, bagaimanakah hasil Perundingan Linggarjati? Nah, berikut ini adalah isi Perjanjian Linggarjati:

  1. Belanda mengakui secara de facto atas wilayah Jawa, Sumatera, dan Madura.
  2. Pemerintah Belanda dan Indonesia sepakat membentuk RIS atau Republik Indonesia Serikat pada 1 Januari 1949.
  3. Republik Indonesia Serikat dan Belanda membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan pesertanya RIS, Nederland, Suriname Curacao dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya.

Well, meskipun sudah ditandatangani akan tetapi Belanda menyatakan bahwa ia tidak lagi terikat dengan Perjanjian Linggarjati pada tanggal 20 Juli 1947. Lalu, keesokan harinya pada tanggal 21 Juli 1947 terjadilah Agresi Militer Belanda I di Sumatera Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

So, dapat disimpulkan kalau Perjanjian Linggarjati berlangsung dengan tidak mulus karena Indonesia dan Belanda tidak menemukan kesepakatan.

Dampak Perundingan Linggarjati

Apa akibat dari Perjanjian Linggarjati bagi indonesia? Satu hal yang pasti adalah dampak Perundingan Linggarjati, yakni membuat wilayah Indonesia menjadi lebih kecil dari seharusnya.

Wilayah Indonesia yang diakui Belanda dalam Perundingan Linggarjati yakni pulau Jawa, Sumatera, dan Madura saja. Ini berarti Indonesia harus kehilangan wilayah sisanya yang amat luas. Hal ini pun banyak menimbulkan pro-kontra di beberapa pihak.

Banyak partai politik seperti PNI dan Masyumi yang menentang hasil perjanjian tersebut. Mereka menganggap kalau Perundingan Linggarjati merupakan bukti melemahnya Indonesia. Bahkan, Sutan Syahrir yang saat itu menjabat sebagai perdana menteri juga dikecam sebagai penjual negara.

Tak hanya pihak internal saja (Indonesia), namun pihak eksternal (Belanda) juga keberatan dengan isi Perjanjian Linggarjati. Saat itu, Belanda menganggap bahwa wilayah sisanya (selain pulau Jawa, Sumatera, dan Madura) akan dijadikan sebuah negara federal. Namun, Indonesia tidak menganggap demikian. Indonesia berpikir wilayah sisanya akan dibiarkan saja dan tidak perlu dibentuk menjadi negara federal. Hingga akhirnya, hal ini pun berujung pada Agresi Militer Belanda I.

Contoh Soal Perundingan Linggarjati

  1. Berdasarkan Perjanjian Linggarjati, salah satu wilayah yang diakui oleh Belanda adalah….

A. Bali

B. Papua

C. Madura

D. Sulawesi

E. Kalimantan

Jawaban:

Perjanjian Linggarjati yang ditandatangani pada 25 Maret 1947 tersebut menghasilkan beberapa poin dan pasal, yaitu: Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura. Belanda harus meninggalkan wilayah Republik Indonesia selambat-lambatnya tanggal 1 Januari 1949.

Jadi, jawabannya adalah C.