Mengapa kita diwajibkan untuk menghormati orang tua dan guru

Menghormati

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menghormati dapat diartikan sebagai sikap menaruh hormat kepada orang lain. Cara menghormati orang lain dapat berupa menyantuni, menerima pendapat orang lain, patuh, dan sopan santun atau tidak semaunya sendiri kepada orang lain. Sikap ini pada umumnya diterapkan kepada orang yang lebih tua atau memiliki jabatan yang lebih tinggi dari kita. Menghormati orang tua merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT, hal ini termuat dalam hadits riwayat Tirmidzi. Selain itu, Rasulullah saw juga bersabda “Ridallāhi fi ridhol walidaini” yang berarti “Ridha Tuhan terletak pada ridha kedua orang tua”. Nabi Muhammad pernah menjelaskan dalam sebuah hadis jika seorang anak harus menghormati ibu lalu kemudian ayah. Terdapat beberapa contoh sikap dari menghormati, yaitu:

  1. Menunduk ketika melewati orang yang lebih tua.
  2. Mencium tangan kedua orang tua sebelum pergi menuju sekolah.
  3. Menerima atau mendengarkan pendapat dari orang lain.
  4. Menggunakan bahasa yang sopan dan santun serta tidak menggunakan nada tinggi ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, hal ini diatur juga dalam surah Al-Isra ayat 23.
  • Menyayangi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menyayangi dapat berarti sikap seseorang yang menaruh rasa mengasihi, mencintai, dan sayang terhadap orang lainnya. Sikap ini dapat tercermin dari sikap seseorang yang menaruh perhatian lebih terhadap orang lain. Terdapat beberapa tindakan yang mencerminkan sikap menyayangi, seperti:

  1. Menjenguk orang lain yang sedang sakit.
  2. Orang tua yang selalu melindungi dan membimbing anaknya.
  3. Seorang anak yang menyayangi kedua orang tua selayaknya kedua orang tua tersebut menyayangi mereka, hal ini dijelaskan dalam surah Al-Isra ayat ke-24 yang berbunyi “Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil”.
  • Berbakti

Berbakti dapat diartikan sebagai suatu sikap dari seseorang yang berbuat bakti atau setia terhadap seseorang atau Tuhan Yang Maha Esa. Sikap berbakti beberapa kali disinggung dalam beberapa surah Al-Qur’an, seperti surah Al-An’am ayat 151 dan Surah Luqman ayat 14. Terdapat beberapa perilaku yang mencerminkan sikap berbakti, seperti:

  1. Berbakti kepada Tuhan dengan melakukan ibadah sesuai perintah.
  2. Melaksanakan amanah yang telah diberikan seseorang.
  3. Membantu orang tua dalam melaksanakan tugas-tugas rumah, seperti menyapu, mencuci, dan lain-lainnya.
  4. Membantu menyiapkan keperluan yang dibutuhkan oleh orang tua ketika sedang sakit serta ikut merawat mereka.
  5. Mendengarkan dan melaksanakan segala nasihat, baik dari orang tua maupun guru.
  • Menaati

Menaati atau dapat disebut juga patuh merupakan sikap dari seseorang yang melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, baik dari orang lain atau Tuhan Yang Maha Esa. Terdapat beberapa tindakan yang mencerminkan sikap menaati atau patuh, seperti:

  1. Seorang umat muslim yang tidak mau meminum minuman keras, karena tahu hal tersebut dilarang dalam agama Islam.
  2. Seseorang yang melaksanakan ibadah qurban atau membayar zakat sesuai dengan perintah Allah SWT.
  3. Seorang siswa yang mengerjakan tugas sesuai dengan perintah yang telah diberikan oleh sang guru.