Pengertian Cerpen, Unsur, Struktur, dan Cirinya – Materi Bahasa Indonesia Kelas 11

Pengertian Cerpen

apa itu cerpen
Illustrasi buku cerita pendek (Dok. PxHere.com)

Cerpen (cerita pendek) atau dalam Bahasa Inggris disebut short story, dalam ensiklopedia Britannica, adalah karangan prosa fiksi berbentuk naratif yang lebih pendek daripada novel dan biasanya hanya menceritakan sedikit tokoh.

Sedangkan dalam KBBI, cerpen diartikan sebagai kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pada suatu ketika).

Karena pendeknya cerita yang diceritakan dalam cerita pendek, maka lahirlah ungkapan bahwa cerita pendek adalah cerita yang dapat dibaca habis dalam sekali duduk. Ya meski dalam kenyataannya bisa berbalik sih terutama kalau cerita yang disampaikan ternyata cukup berat untuk dipahami alias bikin mikir.

membaca cerpen
Illustrasi seseorang membaca cerpen (Dok. pixabay.com)

Unsur-unsur Dalam Cerpen

Di dalam sebuah cerita pendek, terdapat unsur-unsur yang menyusunnya. Unsur cerita pendek dapat dibagi ke dalam dua kategori yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun cerpen dari dalam sedangkan ekstrinsik berasal dari luar cerpen tersebut.

unsur cerpen
Illustrasi tumpukan buku cerita pendek (Dok. freepik.com)

Unsur-unsur Intrinsik Cerita Pendek

Cerita pendek memiliki beberapa unsur intrinsik yang menyusunnya, seperti tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudut pandang, dan amanat.

Penjelasan lebih lanjut mengenai unsur-unsur intrinsik cerita pendek dapat dilihat sebagai berikut.

Tema

tema cerpen
Illustrasi cerita pendek bertema budaya (Dok. freepik.com)

Ada berbagai tema yang bisa dibahas dalam cerita pendek mulai dari asmara, sosial, budaya, sampai keluarga.

Tokoh dan Penokohan

tokoh cerpen dan penokohan
Illustrasi tokoh dalam cerita pendek (Dok. freepik.com)

Dalam cerita pendek, ada tokoh yang berperan sebagai orang baik, orang jahat, atau orang yang biasa-biasa saja. Penokohan dapat dikenalkan dengan cara mendiskripsikannya atau melalui dialog yang dilakukan si tokoh dalam cerita.

Contohnya adalah sebagai berikut:

“Pria itu dikenal dengan nama Iqbal. Ia adalah pria yang dikenal pandai berbaur dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Dengan kemampuan tersebut, tak mengherankan bila ia memiliki banyak sekali teman.”

Latar

latar cerpen
Illustrasi latar hujan (Dok. freepik.com)

Unsur berikutnya adalah latar belakang terjadinya cerita. Selain latar tempat dan waktu kejadian, peristiwa yang sedang terjadi dalam cerita juga merupakan latar.

Misalkan nih:

“Kejadian ini sudah cukup lama terjadi. Saat itu adalah awal musim hujan yang basah.”

Alur

Berikutnya adalah alur dalam cerita pendek apakah alur yang digunakan adalah maju mundur, mundur maju, atau bahkan campuran.

Sudut Pandang

sudut pandang cerpen
Illustrasi sudut pandang cerita pendek (Dok. freepik.com)

Sudut pandang yang digunakan dalam cerita pendek juga masuk ke dalam unsur intrinsik. Sudut pandang yang digunakan bisa berupa orang pertama (aku/saya/gue), orang ketiga (dia/nama tokoh/mereka), dan bisa juga menggunakan sudut pandang orang kedua.

Amanat

Selanjutnya adalah amanat yang terkandung dalam cerita. Misalkan cerpen yang diceritakan mengandung amanat supaya pembacanya menerapkan protokol kesehatan yang berlaku supaya penyebaran penyakit dapat dicegah.

Unsur-unsur Ekstrinsik Cerpen 

unsur ekstrinsik cerpen
Illustrasi anak-anak membaca cerita pendek (Dok. freepik.com)

Selain unsur intrinsik, cerita pendek juga memiliki unsur ekstrinsik yang mempengaruhi cerita itu sendiri. Berikut penjelasan mengenai unsur-unsur ekstrinsik cerita pendek.

Latar Belakang Hidup Pengarang 

Latar belakang yang dimiliki si pengarang dapat mempengaruhi cerita pendek atau cerita pendek yang dihasilkannya. Misalkan kondisi psikologi penulis saat menulis, pandangan politiknya, dan lain sebagainya. Contohnya bisa kalian temukan dari cerpen-cerpen karya Ahmad Tohari nih. Cerpen-cerpen beliau biasanya berlatar belakang kehidupan pedesaan di mana tempat beliau tinggal.

Keadaan Sosial Politik Masyarakat 

Keadaan tempat tinggal penulis juga dapat berpengaruh dalam karyanya. Misalkan kondisi perekonomian, situasi sosial politik, dan lain-lain. Contohnya adalah keadaan Indonesia pada 1998 yang bisa kalian temukan di beberapa cerita pendek karya Seno Gumira Ajidarma. Keadaan Indonesia yang sedang mengalami kesusahan dan munculnya berbagai kerusuhan ditangkap oleh Seno Gumira Ajidarma dalam cerpennya yang berjudul CLARA atawa Wanita yang Diperkosa.