Pengertian dan Contoh Teks Eksposisi – Materi Bahasa Indonesia Kelas 10

Apa Itu Teks Eksposisi?

teks eksposisi
Ilustrasi orang sedang berpikir (Dok. Freepik)

Supaya semakin mudah dalam memahami jenis teks yang satu ini, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai definisi teks eksposisi.

Teks eksposisi adalah teks yang berisi sebuah informasi tentang sesuatu yang ada dan benar terjadi.

Paragraf sejenis ini merupakan salah satu jenis karangan yang bersifat nonfiksi. Hal ini karena paragraf eksposisi berisi fakta-fakta yang benar-benar ada dan dapat dibuktikan.

Dikarenakan berisi informasi, teks ini biasanya menyajikan informasi berisi apa, kapan, di mana, atau siapa. Teks eksposisi memiliki ciri, unsur, struktur, serta pola yang kita bahas semuanya secara lengkap atau utuh dalam artikel kali ini.

Ingat, teks yang satu ini menyajikan fakta dan informasi. Artinya, kalau Sobat Zenius ingin membuat teks eksposisi, pastikan elo membekali diri dengan data yang bisa dipertanggungjawabkan, ya!

Sejatinya, tujuan dari teks eksposisi adalah untuk menjelaskan informasi yang detail serta mengacu kepada fakta dan data yang ada kepada para pembaca supaya menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.

Contoh Teks Eksposisi

teks eksposisi
Ilustrasi sebuah koran. (Dok. Pixabay)

Kini kita sudah memahami materi eksposisi dengan baik, nih, Sobat Zenius. Eits, tapi nggak cuman berhenti di pengertian, struktur, dan ciri-cirinya aja, ya! Elo juga perlu tahu kira-kira seperti apa, sih, contoh dari jenis teks yang satu ini.

Nah, gue punya salah satunya, nih, contoh teks eksposisi tentang ekonomi beserta strukturnya:

Thesis

Sistem ekonomi campuran adalah suatu sistem ekonomi yang mencampurkan dua atau lebih sistem ekonomi. Pada umumnya, sistem ekonomi yang dicampurkan adalah sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi komando.

Sistem ekonomi campuran membuat pemerintah dan swasta memiliki peran yang sama-sama penting dalam menggerakan perekonomian. Sistem ekonomi ini digunakan untuk menutupi kekurangan sistem ekonomi satu dan yang lainnya.

Kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi diakui pada sistem ekonomi ini meski intervensi pemerintah tetap diperlukan agar kegiatan ekonomi dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Penjelasan argumen

Negara yang menganut sistem ekonomi campuran secara historis, negara-negara yang menggunakan sistem ekonomi campuran adalah negara yang pada perang dunia ke II tidak berpihak ke blok barat (Amerika Serikat) maupun blok timur (Uni Soviet).

Beberapa negara tersebut antara lain adalah:

Indonesia

Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia disebut dengan sistem ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi ini merupakan gabungan dari sistem ekonomi liberal dan komando dengan menjunjung tinggi asas-asas pada Pancasila. Sistem ekonomi Pancasila ini juga sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 33 yang terkait dengan sistem ekonomi.

India

Pada awal kemerdekaannya, India menggunakan sistem ekonomi yang condong pada sosialis dengan mengacu pada kebijakan yang bersifat sosial-demokratis. Namun, hal ini menyebabkan lambatnya pertumbuhan dan maraknya korupsi pada pemerintahan India. Hingga pada tahun 1991, India melakukan liberalisasi ekonomi dan menjadi sistem ekonomi campuran.

Filipina

Sistem ekonomi yang digunakan di Filipina adalah sistem ekonomi campuran. Pemerintah mengatur kegiatan ekonomi swasta dengan tujuan agar Filipina dapat berpindah dari perekonomian yang mengedepankan agrikultur menjadi perekonomian yang mengedepankan sektor manufaktur dan jasa.

Malaysia

Malaysia mencampurkan dua sistem ekonomi yang mereka sebut dengan sistem ekonomi sara diri dan sistem ekonomi komersial. Sistem ekonomi sara diri maksudnya adalah pemenuhan kebutuhan sehari-hari melalui bercocok tanam, berkebun, dan perikanan. Jika ada kelebihan produksi baru akan dijual di pasar. Sedangkan sistem ekonomi komersial merujuk pada sistem ekonomi yang mengedepankan investasi asing dan penanaman modal.

Penegasan ulang

Sejatinya, negara-negara yang termasuk ke dalam GNB atau Gerakan Non-Blok lebih memilih untuk memakai sistem ekonomi campuran. Negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, India, Filipina, dan Malaysia lebih memilih untuk mencampurkan gerakan ekonomi yang dilakukan pemerintah dan swasta demi terciptanya kemakmuran masyarakat.

Selain negara-negara di atas, masih terdapat negara lainnya yang mengadopsi sistem ekonomi campuran seperti antara lain; Islandia, Swedia, Inggris, Perancis, dan lainnya. Pada negara yang menganut sistem ekonomi ini, akan ditemukan perusahaan swasta dan perusahaan milik negara yang keduanya bersama-sama menggerakan perekonomian.

Contoh Teks Eksposisi tentang Negara Sistem Ekonomi Campuran

Struktur Teks Eksposisi

teks eksposisi adalah
Ilustrasi pena dan kertas. (Dok. Pixabay)

Kita udah bahas definisi teks eksposisi itu seperti apa beserta contohnya. Sekarang kita lanjut kepada struktur teks yang terletak pada contoh di atas.

  • Thesis atau pendahuluan tentang gagasan utama

Sebagai awal tulisan, elo bisa memulainya dengan apa, sih, yang sebenarnya ingin elo sampaikan. Kalau melihat pada contoh di atas, tulisan diawali dengan pembahasan apa itu sistem ekonomi campuran secara detail.

  • Penjelasan atau pernyataan berupa argumentasi dari fakta yang ada

Melihat contoh teks eksposisi di atas, kita bisa tahu kalau bagian penjelasan argumen terletak pada negara-negara apa saja yang menggunakan sistem ekonomi campuran. Misalnya, Indonesia, Filipina, India, dan Malaysia.

Selain itu, dalam paragraf tersebut juga dijelaskan masing-masing sistem ekonomi campuran yang dipakai tiap negara.

  • Penegasan ulang yang diperkuat dengan data dan fakta

Di paragraf akhir, kalimat tersebut menegaskan ulang bahwa negara yang masuk ke dalam GNB cenderung mengikuti sistem ekonomi campuran demi terciptanya kesejahteraan masyarakat.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Sekarang, kita beralih ke pembahasan mengenai ciri-ciri dari teks yang satu ini. Memangnya, apa saja, sih, ciri-cirinya?

  • Berisi informasi dan pengetahuan

Ciri-ciri teks eksposisi yang pertama adalah mengandung informasi dan pengetahuan yang dapat diserap oleh para pembaca.

Kita bisa mengambil contoh artikel di atas untuk membuktikan bahwa itu benar-benar teks eksposisi. Indonesia, Filipina, India, dan Malaysia adalah contoh-contoh negara yang menganut sistem ekonomi campuran.

Kandungan informasi tersebut mencirikan bahwa teks yang telah elo baca merupakan teks eksposisi.

  • Bentuk penulisan yang lugas, padat, singkat, dan jelas

Untuk yang satu ini sepertinya butuh pemahaman yang lebih mendalam, guys. Lugas berarti hanya menyampaikan hal-hal yang diperlukan saja.

Karenanya, tulisan di atas memiliki ciri teks eksposisi. Penulisannya dilakukan dengan singkat dan tidak keluar dari topik pembahasan.

  • Menggunakan bahasa yang baku

Bahasa yang digunakan oleh penulis bukanlah bahasa gaul. Kosa kata yang dipilih merupakan bahasa yang sifatnya santai dan bisa dipahami.

  • Bersifat objektif dan tidak memihak

Buat elo yang ingin menulis teks eksposisi, poin ini harus diperhatikan baik-baik. Elo tidak bisa memasukkan opini yang bisa menggiring opini pembaca nantinya. Teks eksposisi hanya berisikan informasi saja. Hanya informasi, tanpa opini dan pendapat pribadi.

Unsur-Unsur Teks Eksposisi

teks eksposisi disebut
Ilustrasi sebuah buku. (Dok. Pixabay)

Selain mempunyai ciri-ciri, teks eksposisi juga memiliki unsur-unsur dalam penulisannya.

  • Gagasan atau ide

Gagasan biasanya berupa komentar, penilaian, saran, dorongan, dan bujukan. Gagasan inilah yang mendasari penulis dalam menuliskan buah pemikirannya.

Misalnya, elo punya ide untuk membahas seberapa besar kandungan garam yang ada di pantai Pok Tunggal, Gunung Kidul. Gagasan ini dibuat sebagai bahan tulisan.

Masalahnya, gagasan tersebut harus didukung oleh data dan fakta. Fakta inilah yang menjadi unsur kedua.

  • Fakta

Fakta biasanya berupa kenyataan atau sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Fakta tidak harus berupa angka.

Elo bisa mengutip perkataan ahli untuk memperkuat gagasan yang ingin disampaikan. Namun, jangan lupa untuk memberikan catatan kaki atau daftar pustaka supaya elo tidak terjerat plagiasi.

Pola Teks Eksposisi

Selanjutnya kita bahas pola teks eksposisi yang biasanya dipakai oleh para penulis.

Pola umum khusus (Deduktif)

Menulis menggunakan pola ini berarti elo mengawali tulisan dengan ide-ide dasar terlebih dahulu.

Misalkan, dalam tulisan di atas diawali dengan penjelasan apa itu sistem ekonomi campuran. Baru kemudian dilanjutkan dengan negara-negara mana saja yang menggunakan sistem tersebut.

Pola khusus umum (Induktif)

Pola ini diawali dengan penjabaran detail-detail baru kemudian diteruskan dengan hal-hal yang sifatnya umum.

Misalkan, elo mengulas profil seorang petani sawit. Di awal tulisan, elo bisa membahas siapa nama petani tersebut, dulu sekolah di mana, hobinya apa, dan lain sebagainya.

Setelah itu, elo melanjutkannya dengan membicarakan apa itu petani sawit dan kegiatannya.

Pola ilustrasi

Ilustrasi yang ada dalam pola ini ditujukan untuk memudahkan pembaca dalam menangkap maksud dari penulis.

Terutama, kalau elo membicarakan sesuatu yang cukup berat dan akan membingungkan pembaca jika tidak didukung oleh ilustrasi, misalnya ekspor ketela Indonesia tahun 2011-2017.

Pola perbandingan

Komparasi atau perbandingan yang dimaksudkan di sini berarti tulisan yang elo buat membutuhkan adanya suatu perbandingan supaya maksud dari tulisan elo bisa ditangkap.

Contohnya adalah saat elo ingin memperlihatkan keunggulan Indonesia. Jika tidak ada perbandingan, akan cukup sulit untuk membuktikan bahwa Indonesia benar-benar unggul dalam suatu hal dibandingkan dengan negara lain.

Pola teks eksposisi ini membutuhkan dua hal yang bisa dibandingkan sehingga mudah dipahami oleh pembaca.

Itu dia penjelasan singkat mengenai materi eksposisi yang bisa Sobat Zenius pelajari. Sejatinya, dalam teks eksposisi penulis pasti meletakkan ide pokok pada paragraf awal.

Paragraf eksposisi dapat ditulis dalam beberapa bentuk seperti esai, tajuk rencana atau teks editorial, dan tanggapan kritis.