Peristiwa Rengasdengklok – Latar Belakang, Kronologi, dan Tujuan

Apa itu Peristiwa Rengasdengklok

Singkat padat jelasnya, peristiwa Rengasdengklok adalah “penculikan” Soekarno dan Hatta oleh golongan muda.

Sebenarnya, kapan dan di mana peristiwa Rengasdengklok terjadi? Peristiwa ini terjadi pada 16 Agustus 1945, di mana Soekarno dan Hatta diculik dari Jakarta dan dibawa ke daerah Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat,

Eh, tapi ini beda lho ya sama penculikan di film-film. Bukan berarti, Soekarno dan Hatta disekap dan disandera gitu ya.

apa itu peristiwa Rengasdengklok
Soekarno dan Hatta diculik golongan muda.

Soekarno beserta keluarganya (Fatmawati selaku istri dan Guntur selaku anak) dan Hatta, “diculik” oleh sejumlah pemuda, termasuk Chaerul Saleh, Wikana, dan Soekarni (Tempo, 2021).

Kalo seandainya dari sisi golongan muda ditanya, mungkin mereka merasa ini bukan “penculikan”, lebih tepatnya mengamankan Soekarno dan Hatta dari tekanan Jepang.

Lalu, apa tujuan peristiwa Rengasdengklok dan bagaimana latar belakangnya?

Tujuan dan Latar Belakang Peristiwa Rengasdengklok

Pada dasarnya, peristiwa Rengasdengklok dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda.

Seperti yang sudah disebutkan pada artikel Zenius sebelumnya, golongan tua meliputi Hatta, Soekarno, Soebardjo, Moh. Yamin, dan lain sebagainya.

Sedangkan, golongan muda meliputi Sukarni, Sayuti Melik, Wikana, Chaerul Saleh, Jusuf Kunto, dan Darwis. Untuk informasi lebih lanjut tentang golongan muda dan tua, silahkan baca artikel di bawah ini ya.

Singkat cerita, golongan muda berpendapat bahwa Indonesia harus memanfaatkan kekosongan kekuasaan Indonesia, yang saat itu terjadi karena Jepang kalah di Perang Dunia II.

Golongan muda, penuh dengan semangat yang membara, mendesak golongan tua, alias Soekarno dan Hatta, untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Bagaimana tanggapan Soekarno dan Hatta? Mereka nggak setuju. Tampaknya, mereka punya pertimbangan sendiri, ingin menghindari keributan dengan tentara Jepang. Jadi, mereka bermaksud mengikuti rencana awal sesuai dengan janji Jepang, sejalan dengan persiapan yang disusun oleh BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Akhirnya, golongan muda yang sebenarnya nggak suka dengan campur tangan Jepang, memutuskan untuk “menculik” Soekarno dan Hatta dari kediaman mereka di Jakarta, dan terjadilah peristiwa Rengasdengklok.

Bisa dibilang, tujuan peristiwa Rengasdengklok ini adalah untuk menjauhkan Soekarno dan Hatta dari pengaruh Jepang. Harapannya, Soekarno dan Hatta bisa setuju untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.