Rumus Kalor dan 3 Contoh Cara Menghitungnya

Istilah kalor pertama kali dikenalkan oleh Antoine Laurent Lavoiser (1743-1794), seorang ahli kimia dari Prancis. Dahulu, kalor dianggap sebagai sesuatu yang tak kasat mata hiiiy. Namun, walaupun tak terlihat kalor bisa mempengaruhi perubahan suhu dan perubahan wujud zat.

Berbeda dengan suhu, kalor adalah energi yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda dengan suhu yang lebih rendahBisa dibilang juga kalor adalah suatu kuantitas atau jumlah panas baik yang diserap maupun dilepaskan oleh suatu benda. Alat untuk mengukur besar kalor disebut kalorimeter.

kalorimeter

Kalor didasari oleh beberapa teori, salah satunya teori yang diperkenalkan oleh ilmuwan dari Amerika yang bernama Benjamin Thompson. Pak Thompson mengatakan bahwa kalor dapat terjadi karena adanya suatu gesekan antar benda.

Buktinya coba deh kalian gesekkan kedua telapak tangan kalian, nah rasa hangat yang kalian rasakan membuktikan bahwa adanya energi kalor pada proses gesekan tersebut.

Sebelumnya kalian sudah tahu kan? Kalau kalor merupakan salah satu bentuk energi. Pasti tahu juga dong kalau energi dapat berpindah namun tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan. Yaaa mirip-mirip lah sama kenangan masa lalu yang tidak bisa dimusnahkan.

Karena kalor merupakan salah satu bentuk energi, maka satuannya disamakan dengan satuan energi yaitu Joule (J) atau kalori (kal).

Rumus kalor dapat dihitung menggunakan persamaan berikut loh!

Q = m . c . 𝚫T

Dengan
Q   : Kalor (J)
m   : Massa benda (kg)
c    : Kalor jenis (J/kg°C)
𝚫T : Perubahan suhu (°C)

Kalor Jenis

Kalor jenis adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 g massa benda sebesar 1°C. Kalor jenis juga dianggap sebagai kemampuan benda dalam melepas atau menerima kalor. Satuan Internasional (SI) untuk kalor jenis adalah J/kg°C dengan simbol c (huruf kecil ya!)

Kapasitas Kalor

Kapasitas kalor adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu sejumlah tertentu massa benda sebesar 1°C. Kapasitas kalor ditulis dengan menggunakan simbol C (huruf kapital!).

Nah, gimana? Rumus kalor diatas sangat mudah sekali bukan? Sekarang kita langsung coba ke contoh soal aja yuk! Agar lebih paham

Soal 1

Rosé sedang memanaskan ½ kg air dari suhu 28°C menjadi 78°C, berapa sih kalor yang dibutuhkan oleh Rosé jikalau kita ketahui kalor jenis air sebesar 400 J/Kg°C

Jawab

m = 0,5 Kg
c = 400 J/Kg°C
𝚫T = 78°C – 28°C = 50°C

Ingat, kita gunakan rumus kalor

Q = m . c . 𝚫T

Q = 0,5 Kg . 400 J/Kg°C . 50°C

Q = 10.000 J

Soal 2

Irene membutuhkan energi kalor sebesar 6 x10⁵J untuk memanaskan 5 kg zat cair dari suhu 25°C menjadi 85°C. Berapa sih kalor jenis dari zat tersebut?

Jawab

Q = 6 x10⁵J
m = 5 Kg
𝚫T = 85°C – 25°C = 60°C

Sekarang kita gunakan rumus kalor jenis

c = Q / m . 𝚫T

c = 6 x 10⁵ J / (5 Kg . 60°C)= 2.000 J/Kg°C

Soal 3

Berapa sih kapasitas kalor air yang bermassa 7 kg kalau kalor jenisnya 400 J/Kg°C

Jawab

m = 7 Kg
c = 400 J/Kg°C

Untuk menghitung kapasitas kalor kita gunakan rumus

C = m . c

C = 7 Kg . 400 J/Kg°C

C = 2800 J/°C