Silsilah dan Masa Kejayaan Kerajaan Demak – Materi Sejarah Kelas 10

Pendiri Kerajaan Demak

Kerajaan Demak atau Kesultanan Demak berdiri pada perkiraan tahun 1478 atau akhir abad ke-15 sebelum Masehi.

Pasti elo penasaran siapa sih pendirinya ? Pendiri Kerajaan Demak adalah Raden Patah. Selain jadi pendiri, Raden Patah juga menjadi raja pertama di Kerajaan Demak. Beliau merupakan keturunan dari raja terakhir Kerajaan Majapahit, yaitu Prabu Brawijaya V.

Kerajaan Demak

Kalau elo lihat gambarnya, Raden Patah memiliki mata yang agak sipit, ini karena beliau merupakan keturunan Tionghoa. Lebih jelasnya Raden Patah mempunyai ibu bernama Siu Ban Ci yang merupakan seorang wanita muslim keturunan Cina.

Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa dan pelopor penyebaran agama Islam sehingga keberadaannya dinilai sebagai yang memiliki peran besar terhadap persebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Kerajaan Demak
Masjid Agung Demak (Dok. Wikimedia Commons)

Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Demak

Pada abad ke-15 sebelum Masehi, Indonesia sedang berada pada masa transisi. Maksudnya gimana sih? Jadi pada masa itu sedang terjadi transisi dari agama Hindu-Buddha menjadi Islam ditandai dengan runtuhnya Kerajaan Majapahit. Salah satunya dengan munculnya Kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.

Pada awalnya Kerajaan ini merupakan sebuah daerah bernama Bintoro atau Gelagahwangi, yang merupakan salah satu daerah kekuasaan Majapahit. Nah, karena Kerajaan Majapahit ini mengalami kemunduran akhirnya daerah-daerah kekuasaannya mulai melepaskan diri dan saling serang karena merasa merupakan ahli waris Kerajaan Majapahit yang sah.

Nah, Raden Patah yang merupakan anak raja terakhir Majapahit atau Prabu Brawijaya V mendapat dukungan dari para Wali Songo dan Ki Ageng Pengging untuk menjadi bupati Demak, dengan ibu kota Bintara. Setelah itu karena memiliki dukungan dari Wali Songo dan karena daerah kekuasaannya strategis akhirnya para Wali Songo menyarankan Raden Patah untuk mendirikan Kerajaan Demak sebagai kerajaan islam dan memisahkan diri seutuhnya dari Kerajaan Majapahit.

Akhirnya dengan dukungan dan kekuatan yang dikumpulkannya, Raden Patah berhasil mengalahkan Kerajaan Majapahit. Jadi guys, bisa dikatakan kalau berdirinya Kerajaan ini nggak lepas dari campur tangan Wali Songo yang memberi dukungan penuh ke Raden Patah untuk mendirikan Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, yaitu Kerajaan Demak.  Mulai saat itulah peradaban Islam berkembang pesat.

Letak Kerajaan Demak

Kerajaan Demak terletak di pesisir pantai utara Jawa, tepatnya sekarang berlokasi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kerajaan Demak

Buat lebih jelasnya elo bisa kunjungi video pembelajaran dari Zenius dengan klik banner di bawah ini

Masa Kejayaan Kerajaan Demak

Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Trenggono, yaitu pada pemerintahan tahun 1521-1546. Sultan Trenggono dikenal ѕebagai raja уang ѕangat bijakѕana dan gagah berani.

Pada masa pemerintahan Sultan Trenggono, Kerajaan Demak berhasil memperluas kekuasaannya hingga ke Sunda Kelapa, Tuban, Surabaya, Pasuruan, Malang, dan Blambangan. Dengan adanya kekuasaan yang dimilikinya, akhirnya Kerajaan juga berhasil menyebarkan agama Islam secara luas. Dapat dikatakan pada saat itu Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam terkuat di Jawa.

Tapi, di balik kekuasaan Sultan Trenggono yang membawa Kerajaannya ke masa kejayaan, ada peristiwa yang cukup mengejutkan lho guys. Peristiwa tersebut juga memicu kemunduran atau runtuhnya Kerajaan Demak. Kalau elo mau tahu lebih lengkap cek deh video Zenius satu ini Sultan Trenggono Dan Kejayaan Demak.

Silsilah Kerajaan Demak

Kalau ngomongin tentang silsilah Kerajaan Demak, pasti panjang banget. Tapi, gue mau ngajak elo buat tahu silsilah atau pohon keluarga inti dari Kerajaan Demak yang dimulai oleh Prabu Brawijaya V dan Siu Ban Ci, yang merupakan seorang gundik Prabu Brawijaya V. Seperti yang gue singgung di atas tadi kalau Siu Ban Ci merupakan wanita Muslim Cina, sehingga semua keturunan Brawijaya V dan Siu Ban Ci memiliki darah Tionghoa.

Brawijaya V dan Siu Ban Ci memiliki anak bernama Raden Patah yang kemudian menikah dengan Ratu Asyikah. Mereka kemudian memiliki keturunan yaitu Pati Unus, Raden Kikin, dan Sultan Trenggono, yang kemudian nantinya menjadi raja dari Kerajaan Demak.

Pati Unus menjadi raja keduaSultan Trenggono menjadi raja ketigaSunan Prawoto anak dari Sultan Trenggono menjadi raja keempat dan terakhir adalah Arya Penangsang, anak dari Raden Kikin sebagai raja kelima.