Teks Persuasi – Pengertian, Ciri, Jenis dan Strukturnya

Apa Itu Teks Persuasi?

Kalau elo menganggap persuasi itu tentang ajakan atau bujukan, iya, betul. Tapi lebih tepatnya kata persuasi sendiri berarti sebuah cara komunikasi untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain.

Berarti, teks persuasi adalah termasuk dalam teks yang bersifat mempengaruhi agar pembaca mau mempercayai dan melakukan hal yang dituliskan dalam teks tersebut. Kata kuncinya adalah “mempercayai” dan “melakukan”.

Pengertian teks persuasi
Teks persuasi memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain. (Dok. pixabay.com/geralt) 

Pengertian ini berbeda dengan teks eksposisi. Karena teks eksposisi hanya sampai tahap mempercayai.

Sedangkan, teks persuasi ini udah sampai tahap melakukan. Ada kata ajakan atau bujukan, seperti “yuk!” agar pembaca atau orang yang diajak ini mau melakukan apa yang diinginkan oleh penulis.

Ciri-Ciri Teks Persuasi

Nah, setelah elo memahami pengertian dari teks persuasi, berikutnya elo akan mempelajari ciri-ciri teks persuasi yang membuat teks ini berbeda dari teks lainnya.

Ciri-ciri ini pada dasarnya dipengaruhi pula dari tujuan teks persuasi sebagai teks yang berisi kalimat bujukan.

  • Ada kata ajakan dalam teks persuasi atau bujukan, himbauan, dan pengaruh.

Contoh kalimat bujukan misalnya:

  1. “Jangan sampai kehabisan, ayo pesan sekarang!”
  2. Buy Now! Big Sale 50% Off!” 
  3. “Segera tukar sms ini dan dapatkan potongan hingga 100 ribu!” 
  • Terdapat fakta yang dituliskan dalam teks dengan mencantumkan harga, lokasi/alamat, nomor telepon, dll.

Contoh kalimat bujukan misalnya:

  1. “Jangan sampai kehabisan, ayo pesan sekarang! Hanya di store Cucci cabang Bandung”
  2. “Buy Now! Hanya hari ini! Tas harga 599K cuman bayar 199k aja!
  3. “Untuk pembelian spesial promo imlek silahkan langsung hubungi cs di 0888-9898-7878”
  • Tidak menimbulkan konflik (hanya ada pro atau kontra).

    Kalimat dalam teks harus saling mendukung. Jangan sampai dalam teks persuasi muncul kalimat pro dan kontra. Jadi, dalam satu teks hanya ada kalimat pro atau kontra saja, tidak bisa dua-duanya.

Contoh kalimat bujukan yang benar dengan ciri ini misalnya:

  1. “Proses cepat, sistem blower, bisa malam hari”.

Contoh kalimat bujukan yang salah dengan ciri ini misalnya:

  1. “Proses cepat, bisa malam hari, lokasi jauh”.

Struktur Teks Persuasi

Sekarang elo akan berkenalan dengan tentang struktur dari teks persuasi. Agar apa sih ada struktur segala? Agar rapi dong. Selain itu, pembaca jadi lebih mudah dalam memahami teks tersebut. Struktur teks persuasi ada apa aja sih?

Jadi, struktur teks persuasi yang tepat adalah memiliki tiga alinea yang terdiri dari alinea pembuka, penjelas dan penutup. Untuk lebih jelas pengertian dari setiap alinea ada di bawah ini:

  • Alinea Pembuka

Alinea ini berisi latar belakang dan ajakan dari penulis untuk pembaca agar sadar dan tertarik lebih jauh terhadap ajakan tersebut.

Misalnya nih sekarang kan pemerintah mengajak kita untuk melakukan 3M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan).

Di alinea pembuka ini, penulis menuliskan terlebih dahulu latar belakang kejadiannya sampai muncul ajakan 3M tersebut.

  • Alinea Penjelas

Di alinea ini berisi penjelasan atau pendukung terhadap latar belakang dan ajakan pada alinea pembuka.

Fakta-fakta terhadap suatu hal juga dimasukkan di sini lho, guys. Dari contoh 3M di atas, pada alinea ini dijelaskan alasan mengapa kita harus melakukan 3M.

Selain itu, fakta-fakta terkait dengan 3M atau pandemi juga dijelaskan di sini untuk mendukung latar belakang dan ajakan yang tadi disampaikan pada alinea pembuka.

  • Alinea Penutup

Terakhir, adalah alinea yang berisi kesimpulan dan ajakan lagi untuk melakukan suatu hal. Kita ambil contoh pada ajakan untuk melakukan 3M.

Di alinea penutup ini, isinya adalah kesimpulan terhadap penjelasan dan ajakan lagi untuk melakukan 3M.

Kaidah Kebahasaan Teks Persuasi

Setelah elo tau mengenai pengertian, sekarang adalah bagian mengenal kaidah kebahasaan dalam teks persuasi.

Supaya elo gampang menghafal dan mengingatnya, langsung saja kita cek poin-poinnya di bawah ini!

  • Menggunakan kata bujukan (contoh: ayo, mari, dll).
  • Menggunakan kata kerja imperatif (contoh: hendaknya, jadikanlah, dll).
  • Menggunakan istilah-istilah atau kata-kata teknis yang mendukung topik bahasan.
  • Menggunakan kata penghubung argumentatif (contoh: jika, sebab, karena, akibatnya, oleh karena itu, dll).

Jenis Teks Persuasi

Sama seperti teks deskripsi, teks persuasi juga punya beberapa jenis. Biasanya jenis-jenis ini dikelompokkan berdasarkan tujuan dari teks persuasi itu dibuat.

Setidaknya ada empat jenis teks persuasi. Supaya elo jadi lebih paham pengertian dan perbedaan masing-masing jenis, elo bisa langsung baca lebih detail di bawah ini:

  • Persuasif Pendidikan 

Teks persuasi yang pertama adalah jenis teks persuasi pendidikan. Teks ini bertujuan untuk membujuk pembaca agar bisa berpikir dan berperilaku sesuai dengan konsep-konsep dan tujuan pendidikan.

  • Persuasif Advertensi (Iklan)

Jenis kedua ini bertujuan membujuk pembaca agar tertarik atau minimal ingin mengetahui lebih jauh tentang barang atau jasa yang sedang ditawarkan oleh orang atau pihak yang membuat. Tujuan akhir dari persuasif advertensi adalah membuat pembaca membeli atau memakai produk yang ada pada iklan.

  • Persuasif Politik 

Jenis ketiga ini berhubungan dengan tujuan politik dari seorang calon atau partai tertentu. Teks persuasif politik bisa muncul di berbagai media, misalnya baliho kampanye, orasi politik hingga semboyan calon. Tujuannya adalah agar pembaca atau pendengar merasa memiliki visi dan misi yang sama dengan calon politik hingga memilihnya saat masa pemilu atau pilkada.

  • Persuasif Propaganda 

Secara harfiah, kata propaganda berarti adalah paham atau pendapat (bisa benar atau salah) yang dikembangkan dengan tujuan meyakinkan orang agar menganut paham tertentu.

Artinya persuasif jenis ini memang bertujuan menggiring opini orang-orang agar mempercayai atau tidak mempercayai suatu hal.

Contoh Teks Persuasi

Nah, supaya makin paham, gue akan memberikan contoh teks persuasi. Karena tujuan teks persuasi dibuat ini adalah membujuk pembaca hingga setuju atau melakukan apa yang diminta oleh penulis maka teks persuasi banyak ditemui pada kalimat atau teks-teks iklan.

Selain dalam kalimat atau teks iklan, teks persuasi juga bisa elo temukan pada pidato atau teks politik. Biasanya digunakan oleh politikus atau lembaga tertentu untuk mendapatkan suara atau dukungan rakyat.

Teks persuasi juga muncul dalam teks opini. Kalau elo suka baca koran biasanya elo akan menemukan rubrik opini atau bagian surat pembaca. Persuasi pada teks opini bertujuan membujuk pembaca agar memiliki nilai dan pemikiran sama dengan penulis.

Biasanya teks persuasi tidak dapat ditemui pada teks yang bertujuan mendeskripsikan sesuatu atau yang bertujuan sebagai informasi semata dan tidak bertujuan membujuk seseorang.

  • Nah, kalo ini adalah contoh kalimat bujukan atau persuasi dalam naskah pidato politikus:

Sebagai bangsa yang besar, tentulah Bapak-Ibu tidak ingin masa-masa kelam dalam jebakan korupsi berlarut-larut di negara ini.

Kita ingin anak-anak tumbuh dengan baik, mendapatkan gizi yang cukup, mendapatkan pendidikan yang layak, mendapatkan pekerjaan dengan mudah.

Program yang saya berikan selama lima tahun ke depan akan menjawab semua kekhawatiran negeri ini.

Kita akan gratiskan semua sekolah, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Semua sembako murah, ditambah Bansos setiap minggu. Kesehatan terjamin, lapangan pekerjaan terbuka lebar untuk para putra-putri bangsa.

Hanya selangkah lagi, ketika Bapak dan Ibu memberikan amanah kepada saya. Saya akan buktikan bahwa negara ini juga bisa naik tingkat jadi negara maju. Tidak lagi dipandang remeh oleh negara lain.

Saya ingin mengatakan bahwa politik adalah aspek kemanusiaan yang sangat penting yang tidak dapat diabaikan. Hanya satu langkah lagi, dengan izin seluruh bangsa Indonesia, izinkan saya memimpin negeri ini.

  • Nah, kalo ini adalah contoh kalimat bujukan atau persuasi dalam kalimat opini:

Semenjak pandemi Covid-19 di Indonesia, saya selalu menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Selain sebagai syarat wajib untuk bisa masuk ke berbagai tempat, aplikasi ini juga mempermudah saya mengetahui tempat mana saja yang telah saya kunjungi.

Sayangnya, setelah dua tahun pandemi aplikasi Peduli Lindungi belum dilengkapi dengan pemberitahuan jika kita sempat berdekatan atau berada di lingkungan yang sama dengan orang yang positif.

Pemberitahuan semacam ini menurut saya sangat penting. Misalnya, kemarin saya sempat jalan-jalan ke Mall A terus ada pemberitahuan mengenai orang-orang yang mengunjungi Mall A positif Covid-19, maka saya bisa cek status Covid secara lebih mandiri.

Aplikasi ini membantu, tapi masih banyak perbaikan di sana-sini kalau mau benar-benar efektif melawan Covid-19.

Itu dia bahasan kita mengenai teks persuasi. Setelah elo mengetahui seluk beluk dari teks ini, kira-kira elo bisa dong kalau diminta untuk membuat kalimat atau teks persuasi?.